Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 6 Januari 2009 | 12:57 WIB
  • Pemerintah Bahas Penerima Stimulus Fiskal

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Elly Setyo Rini
Pemerintah Bahas Penerima Stimulus Fiskal
Photo :
  • VIVAnews/Tri Saputro
Menteri Perindustrian Fahmi Idris.

VIVAnews - Pemerintah bakal menindaklanjuti mekanisme pemberian stimulus fiskal sebesar Rp 12,5 triliun yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009.

"Dalam waktu dekat, pejabat dari Departemen Perindustrian, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Departemen Perdagangan akan membahas mekanisme pemberian stimulus," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 6 Januari 2009. 

Pembahasan juga akan melibatkan Kamar Dagang dan Industri, asosiasi industri, serta departemen lain yang terlibat dalam pemberian stimulus tersebut. "Semangatnya untuk mengurangi pemutusan hubungan kerja, meningkatkan daya saing, meningkatkan kinerja ekspor, dan memperkuat produksi dalam negeri," katanya.

Salah satu industri yang mendapat stimulus fiskal terbesar di antaranya industri baja sebesar Rp 1,29 triliun, industri tekstil Rp 1 triliun, dan minyak goreng Rp 800 miliar. "Pemerintah saat ini sedang menghitung ulang kriteria penerima stimulus," kata Direktur Logam Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan. 

Menurutnya, stimulus bakal diprioritaskan untuk baja yang sudah diproduksi secara komersial dan stoknya berlebih. "Melalui stimulus ini, risiko ditanggung bersama-sama," tambahnya. 

Selain itu, pemerintah juga akan melihat kriteria dari sisi produksi dan utilisasi beberapa tahun terakhir perusahaan baja nasional. Karena, aplikasi industri baja sangat luas.

"Kalau salah memberikan stimulus bisa berdampak pada industri hilir," ujarnya. Pemerintah juga mempertimbangkan pemberian stimulus bagi industri hilir yang menggunakan bahan baku dalam negeri.