Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 6 Januari 2009 | 13:28 WIB
  • Adaro Akan Buyback Saham

  • Oleh
    • Antique
Adaro Akan Buyback Saham
Photo :
ilustrasi pertambangan

VIVAnews - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dikabarkan bakal membeli kembali sahamnya (buyback) dalam waktu dekat ini.

Sumber VIVAnews mengatakan, pemilik perseroan saat ini kabarnya sedang berencana membeli kembali sahamnya melalui pasar sekunder. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara tertutup karena perseroan belum menginformasikan resmi kepada otoritas bursa. "Mereka juga sudah memesan melalui konsorsium broker lokal dan asing," jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Andre Mamuaya ketika dimintai konfirmasi mengatakan, perseroan belum ada rencana untuk melakukan pembelian kembali sahamnya di Bursa Efek Indonesia. "Kita masih fokus untuk mengumumkan laporan operasional emiten  tahun buku 2008," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, 6 Januari 2009.

Per 28 November 2008, Citibank Hongkong S/A CBHK-CPBSG-PT Saratoga Investa S menguasai saham berkode ADRO sebanyak 14,93 persen, Garibaldi Thohir 7,8 persen, GS NY SEG AC-Lockup Account 9,94 persen, PT Persada Capital Investama 11,01 persen, PT Triputra Investindo Arya 13,34 persen, PT Trinugraha Thohir 7,8 persen, dan UBS AG Singapore S/A Atticus Investment PTE LTD tercatat 5,74 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan sesi I Selasa, 6 Januari 2009, ADRO ditutup melemah Rp 10 ke level Rp 510.   

Menurut analis Perum Pegadaian Deni Hamzah, rencana buyback ADRO dalam waktu dekat akan menjadi sentimen positif pada pergerakan saham perseroan. Sebab, dengan adanya aksi tersebut akan mengurangi jumlah saham yang  beredar di pasar, sehingga menurunkan volatilitas harga dikala sentimen pasar berubah-ubah.

"Sedangkan untuk investor akan meningkatkan nilai laba bersih per saham, karena berkurangnya jumlah saham yang diperdagangkan di pasar," jelasnya.

Seperti diketahui, kinerja Adaro Energy selama sembilan bulan pertama yang berakhir September 2008 menunjukkan peningkatan signifikan pada penjualan bersih yang naik dua kali lipat menjadi Rp 1,73 triliun dari Rp 865 miliar pada periode yang sama 2007.

Bukan hanya pendapatan yang meningkat, jumlah ekuitas perseroan juga menebal menjadi Rp 2,28 triliun pada kuartal III-2008. Namun, total kewajiban turut bertambah menjadi Rp 2,55 triliun.