Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 27 Agustus 2014 | 20:16 WIB
  • Gali Potensi Double Track KA, Wamenhub Gandeng 6 Bupati

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Gali Potensi Double Track KA, Wamenhub Gandeng 6 Bupati
Photo :
  • ANTARA/Muhammad Deffa
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono.

VIVAnews - Dalam rangka memaksimalkan potensi rel jalur ganda (double track) lintas Jakarta-Surabaya, Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, menggandeng enam bupati di daerah yang dilintasi transportasi umum itu.

Dalam seminar bersama di atas kereta yang berjalan dari Jakarta menuju Stasiun Tawang, Kota Semarang, Rabu 27 Agustus 2014, enam kepala daerah kabupaten dan kota ikut memantau rel ganda itu.

Mereka adalah Walikota Cirebon Ano Sutrisno, Bupati Tegal Enthus Susmono, Wali Kota Pekalongan, Wali Kota Semarang, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, dan Bupati Bojonegoro, Suyoto. Selain itu, hadir pula Wakil Wali Kota Tegal Nursoleh dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
 
Bambang mengatakan, keberadaan rel ganda di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) sejak Juni 2014 lalu meningkatkan efisiensi waktu, kapasitas dan frekuensi lintas kereta api di jalur Jakarta-Surabaya.

Rute yang semula harus ditempuh dalam waktu normal 11-12 jam tersebut, sejak rel ganda hadir dipangkas hingga hanya menjadi 8,5 jam. Saat ini, frekuensi lalu lintas kereta api, terutama di Pulau Jawa, telah meningkat sampai 50 persen menjadi 96 perjalanan per hari dari semula 64 perjalanan per hari.

"Jadi, dapat dibayangkan apabila peningkatan tersebut dapat diarahkan untuk mendorong sektor-sektor unggulan di daerah-daerah yang dilalui," katanya.

Bambang melanjutkan, seminar di atas kereta itu mempertemukan para pemangku kebijakan paling terkait dengan pemanfaatan potensi, seperti kereta yang bisa mengangkut produk-produk andalan, mempercepat distribusi barang, dan juga menarik investor.

"Setelah seminar ini selesai diharapkan ada ide pembangunan infrastruktur jalan dan jalur KA yang bisa dibahas bersama," ujarnya.

Bambang mengatakan, telah dilakukan koordinasi dengan para kepala daerah di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) untuk membangun jaringan kereta api tambahan, sekaligus membuka peluang bagi banyak daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Komitmen Kepala Daerah

Direktur Eksekutif Pusat Transformasi Kebijakan Publik, Nugroho Wienarto, menambahkan, sukses tidaknya pemanfaatan jalur ganda sangat tergantung kepada sinergi kebijakan antara pusat dan daerah, serta kreativitas dalam pelaksanaan kebijakan.

Sinergi dan kreativitas ini terutama terkait bagaimana pemerintah daerah dan kota mengonversi sebagian besar penggunaan moda transportasi jalan darat ke kereta api.

"Seperti bagaimana menarik investasi datang ke sekitar jalur ganda, serta bagaimana membangun jalur pengumpan (feeder) yang terhubung dengan jalur ganda kereta api," katanya. (one)