Pertamina: Konsumsi BBM Jakarta Paling Besar di Indonesia

Pertamina saat luncurkan Layanan Pasti Prima
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id - PT Pertamina (persero) menyetujui keinginan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, untuk meniadakan penjualan bahan bakar minyak jenis premium di Ibu Kota. Hal itu juga dilandasi penggunaan premium di Jakarta yang mencapai 20 persen dari seluruh Indonesia.
Pertamina Pelajari Rencana PLN Caplok PGE

"Jakarta itu provinsi yang konsumsi BBM paling besar. Dia itu lebih dari 20 persen dari seluruh indonesia. Kalau itu berkurang, enak banget bagi Pertamina," kata Direktur Pemasaran PT Pertamina, Ahmad Bambang, ditemui di kompleks Parlemen di Jakarta pada Selasa malam, 2 Februari 2016. 
Dapat Arahan Menteri BUMN, PLN Bakal Caplok PGE

Ia menjelaskan, premium yang dijual di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) tidak menguntungkan banyak bagi perusahaan. Harga yang ditetapkan secara bisnis tidak jauh berbeda antara Jamali dengan Jakarta. 
Pertamina Jamin Stok Premium Tetap Tersedia di Medan

“Kita enggak boleh menetapkan beda jauh dari non-Jamali. Artinya, mengambil profit lima persen itu saja enggak bisa. Kalau lagi MOPS (sumber acuan harga minyak yang terjadi di pasar Singapura) naik, harga enggak berubah, Pertamina menanggung rugi besar. Kalau Jakarta diberlakukan ini, enak banget," kata Bambang. 

Bambang juga mengakui bahwa jika premium dihapuskan, tentu akan menguntungkan bagi kompetitor Pertamina. Namun Pertamina sudah siap dengan kondisi seperti itu. 

"Walau pun dengan kondisi itu pesaing jadi masuk, ini akan digempur banyak pesaing, apalagi Jakarta. Tapi pertamina sudah siap. Apalagi SPBU-nya (stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina) sudah ‘Pasti Prima’, bukan ‘Pasti Pas' lagi," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya