Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Desember 2016 | 18:45 WIB
  • Trump Berpotensi Beri Celah Naikkan Ekspor RI ke AS

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Shintaloka Pradita Sicca
Trump Berpotensi Beri Celah Naikkan Ekspor RI ke AS
Photo :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
Aktifitas Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

VIVA.co.id – Pertumbuhan nilai ekspor barang dan jasa Indonesia diprediksi mengalami perbaikan di tengah kondisi ekonomi global pada 2017, yang masih relatif lambat dan diwarnai ketidakpastian. Pertumbuhan nilai ekspor barang dan jasa 2017 Indonesia dapat mencapai sebesar 0,8 persen – membaik dibandingkan tahun ini, yang justru minus 3,6 persen. 

Demikian menurut kajian dari Center of Reform on Economics (CORE). Direktur Peneliti CORE, Mohammad Faisal, mengatakan perkiraan perbaikan nilai ekspor tersebut dipengaruhi oleh efek kebijakan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump yang cenderung kontroversial dan proteksionis. Sehingga, ada peluang positif kepada nilai ekspor Indonesia. 

"Masih sangat bergantung sekali dengan bagaimana kebijakan Trump. Pasar AS tinggi. Eropa tinggi, tapi tidak terlalu banyak menyerap itu. China juga tidak terlalu banyak menyerap," ujar Faisal dalam acara paparan Economic Outlook 2017 di Kementerian Perdagangan pada Kamis, 15 Desember 2016.

Ia mengungkapkan, salah satu kebijakan yang berpeluang untungkan Indonesia adalah kebijakan Trump yang membatasi impor barang dari China dan Meksiko. Hal ini akan menjadi peluang terhadap produk manufaktur pesaing, termasuk Indonesia. 

Trump dalam kebijakannnya juga menyatakan akan membangun industri manufaktur domestik, sehingga dengan keterbatasan bahan baku dan energi di AS, tentu akan mencari sumber alternatif dari luar. Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah Indonesia. 

Kemudian, kebijakan pembangunan infrastruktur di AS juga akan membuka peluang peningkatan ekspor bahan baku dari Indonesia. 

"Peluang komoditas yang kuat untuk diekspor itu komoditas tekstil, alas kaki, hasil perkebunan, perikanan. Ekspor dari industri manufaktur," lanjut Faisal. 

CORE mencatat kurang lebih dari setahun lalu, Indonesia berada dalam urutan ke-20 sebagai eksportir terbesar ke AS dengan nilai ekspor US$21 miliar. Sedangkan, China berada pada urutan pertama dengan nilai US$503 miliar. Urutan kedua Kanada sebesar US$301 miliar dan ketiga adalah Meksiko yang sebesar US$297 miliar.
 

(ren)

  • Ekspor Produk Kayu ke Uni Eropa Kini Lebih Mudah
    Ekspor Produk Kayu ke Uni Eropa Kini Lebih Mudah
  • Kebijakan Proteksionis Cuma Kampanye, Trump Akan Realistis
    Kebijakan Proteksionis Cuma Kampanye, Trump Akan Realistis
  • Kemendag Berharap Trump Tak Rusak Hubungan Dagang RI-AS 
    Kemendag Berharap Trump Tak Rusak Hubungan Dagang RI-AS 
  • RI Wanti-wanti Kebijakan Proteksionis Donald Trump
    RI Wanti-wanti Kebijakan Proteksionis Donald Trump
  • Neraca Perdagangan Oktober 2016 Surplus $1,21 Miliar
    Neraca Perdagangan Oktober 2016 Surplus $1,21 Miliar
  • Trump Diharapkan Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi AS-RI
    Trump Diharapkan Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi AS-RI