Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Januari 2017 | 14:14 WIB
  • Pesan Bank Dunia ke RI: Berdoa dan Bersiap

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara
Pesan Bank Dunia ke RI: Berdoa dan Bersiap
Photo :
  • diverseeducation.com
Kantor Bank Dunia

VIVA.co.id – Struktur perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang pesat berkat kemajuan teknologi. Namun, masih ada ketidakpastian, yang berpotensi memengaruhi kondisi perekonomian, tak terkecuali bagi Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun diharapkan siap untuk menghadapi fondasi perekonomian dunia yang akan berubah sewaktu-waktu. Perubahan tersebut, tentu memberikan dampak bagi perekonomian nasional, meskipun belum diketahui apakah positif atau negatif.

“Indonesia harus siap, bila nanti ada kejadian yang mungkin tidak bisa diterima di ekonomi dunia. Ada satu kutipan. Berdoa dan bersiap,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves saat ditemui di Pakarti Center Building, Jakarta, Selasa 17 Januari 2017.

Chaves menjelaskan, tanda tanya dari kebijakan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, keluarnya Inggris dari kawasan Eropa, referendum Italia, hingga pemilihan presiden yang terjadi di Belanda, Prancis, dan Jerman merupakan fakta bahwa ketidakpastian global akan tetap menghampiri

Tak hanya itu, perkembangan ekonomi digital yang semakin merebak di berbagai belahan dunia pun menjadi kewaspadaan tersendiri. Menurut Chaves, apabila Indonesia tidak siap menghadapi kondisi tersebut, tentu akan ada pengaruh terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri memandang, Indonesia perlu bersiap diri menghadapi kondisi perekonomian global. Terlebih, masalah yang dihadapi tidak hanya itu.

“Kita bicara mengenai otomasi dan platform digital. Kami juga masih memiliki kekhawatiran soal imigran virtual. Harus dipersiapkan,” katanya.

Menurut dia, masih banyak pekerjaan rumah yang menanti ke depan. Terutama, bagaimana menerbitkan suatu kebijakan yang nyata, dalam melanjutkan kembali reformasi struktural yang dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan oleh pemerintah.

“Bagaimana fokus ke kebijakan jangka pendek, dan menjaga agar perekonomian kita tetap terbuka. Ini akan membantu kita kompetitif,” ujarnya.