Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 21 April 2017 | 13:52 WIB
  • Kadin: Tudingan RI Bikin Defisit AS Sudah Diluruskan

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Shintaloka Pradita Sicca
Kadin: Tudingan RI Bikin Defisit AS Sudah Diluruskan
Photo :
  • Istimewa
profil tokoh Rosan Perkasa Roeslani

VIVA.co.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia menekankan peluang kerja sama perdagangan Indonesia-Amerika Serikat masih sangat terbuka. Kendati ada permintaan eksklusif yang sempat dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan menuduh Indonesia sebagai penyebab defisit negaranya. 

Keyakinan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roslani, setelah pertemuan bilateral dengan pemerintah AS yang diwakilkan oleh Wakil Presiden AS Mike Pence pada hari ini. 

Pertemuan tersebut, menurutnya, menekankan pada konsolidasi perdagangan dan investasi bilateral Indonesia-AS. 

"Salah satunya yang sangat penting disampaikan dari permintaan Presiden Trump adalah multilateral field trade mereka tidak tertarik kalau untuk bilateral field trade. mereka itu sangat tertarik dan arahnya ke depan ke sana," ujar Rosan di Jakarta, Jumat 21 April 2017.

Dia menjelaskan, bilateral field trade lebih dikedepankan, ketimbang multilateral field trade, karena lebih dapat menciptakan win-win solution trading untuk kedua negara lebih insentif. 

"Karena, membawa kepentingan masing-masing negara-negara. Ini akan dimulai pembicara formal dan informal untuk ke arah bilateral field trade agreemant Indonesia-AS," ucapnya. 

Pada kesempatan ini pun isu Indonesia penyebab defisit AS telah diluruskan dengan Pemerintah Indonesia kepada Mike Pence. Pemerintah meminta Pemerintah AS melihat lebih luas aspek perdagangan yang ada. 

Data Kementerian Perdagangan mencatat surplus Indonesia, atau defisit AS pada sepanjang 2016, ada US$8,842 miliar dan pada 2015 itu ada US$8,647 miliar. Di sisi lain, Rosan menyebutkan defisit Indonesia di sektor perdagangan jasa dengan AS lebih akan mengancam sebetulnya. 

"Kalau dari jasa kita, yang defisit kurang lebih US$3 miliar, rata-rata dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sedangkan jasa ini makin lama, makin berkembang, jadi kita minta mereka lihat dari sisi jasanya juga. Tidak semata melihat dari segi perdagangan barang saja," terangnya. (asp)

  • Efektifkan Produk Dalam Negeri, Pemerintah Bentuk Tim
    Efektifkan Produk Dalam Negeri, Pemerintah Bentuk Tim
  • Menteri Darmin Tanggapi Isu Indonesia Penyebab Defisit AS
    Menteri Darmin Tanggapi Isu Indonesia Penyebab Defisit AS
  • Indonesia Kaji Komoditas Penyebab Defisit AS
    Indonesia Kaji Komoditas Penyebab Defisit AS
  • Donald Trump Bikin Kerja Sama Perdagangan G-20 Mentah
    Donald Trump Bikin Kerja Sama Perdagangan G-20 Mentah
  • Tepati Janji, Kadin RI Gaet Jerman Naikkan Kualitas SDM
    Tepati Janji, Kadin RI Gaet Jerman Naikkan Kualitas SDM
  • Strategi Brother Kejar Target Market Leader di Indonesia
    Strategi Brother Kejar Target Market Leader di Indonesia