Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 16 Mei 2017 | 14:57 WIB
  • Ternyata 97 Persen Bawang Putih RI Diimpor dari China

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Yasir (Makassar)
Ternyata 97 Persen Bawang Putih RI Diimpor dari China
Photo :
Bawang putih

VIVA.co.id – Harga komoditas bawang putih dalam beberapa pekan terakhir melonjak cukup signifikan, dari yang biasanya berkisar Rp35 ribu per kilogram menjadi di level Rp50 ribu per kilogram. Sangat minimnya pasokan menjadi salah satu penyebab utama harga bawang putih naik.

Harus diakui, Indonesia memang belum bisa memproduksi komoditas bawang putih. Langkah impor dari berbagai negara yang mampu memproduksi banyak bawang putih, seperti China maupun India, menjadi opsi satu-satunya meningkatkan stok yang tersedia, demi mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf, tak memungkiri beberapa wilayah di Indonesia memang tidak bisa memproduksi komoditas bawang putih. Meskipun Indonesia termasuk negara tropis, tidak semua jenis komoditas pangan bisa berhasil diproduksi.

"Kalau banyak bawang putih impor yang beredar, ya memang harus seperti itu. Karena kita tidak menghasilkan bawang putih sendiri. Beda dengan bawang merah, bawang merah itu kita surplus, jadi tidak perlu impor," kata Syarkawi di Makassar, Selasa, 16 Mei 2017.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan bawang putih nasional mencapai 500 ribu ton per tahunnya. Jumlah tersebut, tentu tidak dapat dipenuhi oleh Perum Bulog, sehingga juga harus mengandalkan importir umum maupun importir produsen.

"97 persen bawang putih yang beredar di Indonesia itu kita impor dari China. Dari sekitar 498 ribu ton bawang putih kebutuhan nasional," ungkap Syarkawi. 

Ia mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat untuk mengupayakan harga bawang putih sebelum Ramadan bisa stabil secara merata. Misalnya, kata dia, dengan segera menambah pasokan ke setiap daerah secara merata, namun tetap sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. (one)