Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 19 Mei 2017 | 22:40 WIB
  • Reaksi Sri Mulyani Saat Pemerintah Raih WTP dari BPK

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Fikri Halim
Reaksi Sri Mulyani Saat Pemerintah Raih WTP dari BPK
Photo :
  • Chandra Gian Asmara/VIVA.co.id
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

VIVA.co.id – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2016. 

Opini WTP atas LKPP tahun 2016, merupakan opini audit terbaik dan yang pertama kali dicapai pemerintah setelah selama 12 tahun, saat pertama kali LKPP disusun pemerintah dan diaudit BPK.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah mulai melakukan menyusun neraca keuangan pemerintah pusat sejak diundangkannya Undang-undang (UU) Keuangan Negara pada tahun 2004. Artinya, baru pada tahun 2004, laporan pelaksanaan APBN dibuat menjadi LKPP dan diaudit BPK.

"Ini tentu hasil yang sangat baik. Kami merasa bahwa ini adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dipertahankan," kata Sri Mulyani di kantor DJP, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 19 Mei 2017.

Diketahui, LKPP merupakan gabungan dari laporan Keuangan Kementerian Negara/ Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN). Dalam audit yang dilakukan BPK, ada peningkatan opini WTP dari sebelumnya 56 LKKL di tahun 2015 menjadi 74 pada 2016.

"Dari 56 ke 74 itu naiknya banyak sekali dari tadinya 6 naiknya di tahun sebelumnya, nah sekarang 8 naiknya (di 2016)," kata dia.

Sri Mulyani juga mengaku gembira atas menurunnya jumlah temuan LKPP, dari 22 temuan di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pada LKPP tahun 2015, menjadi hanya 11 temuan di LHP tahun 2016. 

"Dan juga ada nilai transaksi antar entitas yang diyakini kewajarannya BPK dan pencatatan saldo anggaran yang jauh lebih akurat dibadingkan dengan sebelumnya," kata Sri Mulyani.

Tapi, lanjut Sri Mulyani, ini bukanlah tujuan akhir dari pemerintah. Untuk ke depannya, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus menjaga agar peringkat ini tidak akan turun pada masa yang akan datang.

"Hasil ini bukan suatu yang kita rayakan, tapi cambuk bagi kita untuk terus menjaga reputasi, maupun kinerja dari Kemenkeu dan terutama dalam menjaga keuangan negara sesuai mandat yang diberikan kepada kita semua," ujar dia. (ase)