Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 23:02 WIB
  • Urai Macet, Tol Cimanggis-Cibitung Seksi I Operasi Awal 2018

  • Oleh
    • Dusep Malik
Urai Macet, Tol Cimanggis-Cibitung Seksi I Operasi Awal 2018
Photo :
  • Dok. CCT
Tol Cimanggis-Cibitung.

VIVA.co.id – Proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Seksi I ditargetkan selesai dan beroperasi pada awal 2018. Hingga 28 Mei 2017 lalu progres penyelesaian konstruksinya telah mencapai 37,8 persen.

Direktur Keuangan PT Cimanggis Cibitung Tollways, Novianto A Nugroho, mengatakan keterlambatan progres penyelesaian konstruksi disebabkan beberapa faktor seperti proses pengadaan tanah baru sekitar 46,3 persen, atau 10,79 hektare, dan keterlambatan pekerjaan tanah timbunan akibat cuaca.

“Memang, masalah utamanya di lahan. Karena, harapan masyarakat mendapatkan harga lahan yang tinggi (maksimum) membuat proses penilaian harga tanah oleh tim pembebasan lahan (KJPP) harus benar-benar objektif sesuai dengan harga pasar di lokasi pada saat ini,” jelas di dalam keterangannya, Kamis 15 Juni 2017.

Sebab, untuk Seksi I ini kita melewati tiga desa dan dua kota (Depok dan Bekasi). Selain itu, Novianto menambahkan, masih adanya penolakan dari warga/masyarakat baik yang dilalui maupun yang berdekatan dengan pembangunan jalan tol karena merasa terganggu selama masa konstruksi.

Hal ini dikarenakan trase tol yang dilewati ruas Cimanggis-Cibitung banyak melalui perumahan dan perkampungan yang padat penduduk. Namun, semua dapat diselesaikan dengan musyawarah mengingat jalan tol ini dibangun untuk kepentingan masyarakat umum.

Bagi masyarakat yang berkeberatan atas tanah yang dilewati jalan tol atau tidak sepakat dengan harga nilai ganti ruginya dapat diselesaikan melalui jalur konsinyasi (putusan pengadilan) sesuai Undang-Undang No 2 Tahun 2012.

Strategis

Ia pun optimistis Seksi I rampung sesuai rencana. Sementara untuk nilai investasi, ia menyebut angkanya mencapai Rp8,6 triliun di luar pembebasan lahan. Adapun anggaran pembebasan lahan sendiri sebesar Rp5,3 triliun.

“Untuk pembebasan lahan, rinciannya Rp1,1 triliun dari kita (CCT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan estimasi nilai pembebasan lahan untuk keseluruhan ruas yang didanai dari APBN BLU LMAN dana talangan adalah Rp4,2 triliun” tutur dia.

Ruas jalan tol CCT selaku anak usaha PT Waskita Toll Road ini terdiri dari dua seksi, yakni Seksi I dengan ruas Cimanggis Junction (tol jagorawi)-Transyogi sepanjang 3,1 kilometer dan Seksi II Transyogi-Cibitung (tol cikampek) sepanjang 23,3 kilometer.

Novianto mengungkapkan, tol ini terbilang strategis, karena bila rampung akan tersambung dengan sejumlah jalan tol lainnya seperti Tol Jagorawi, Jakarta-Cikampek, Cibitung-Cilincing, hingga Cijago.

Tak hanya itu, ruas tersebut juga merupakan bagian dari jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Berbeda dengan JORR 1 yang rutenya masih di wilayah dalam kota Jakarta, JORR 2 lebih ke luar dan menghubungkan sejumlah lokasi di luar Jakarta dari mulai Tangerang, Bintaro, Depok, Bekasi hingga Tanjung Priok.

Tol yang memiliki total panjang 26,4 kilometer ini nantinya akan mampu mengurai kemacetan di JORR 1, Cikampek dan Jagorawi.