Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 09:56 WIB
  • Adhi Karya Bakal Bangun Hunian Dekat Stasiun LRT

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim
Adhi Karya Bakal Bangun Hunian Dekat  Stasiun LRT
Photo :
  • ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Pembangunan Proyek LRT Cibubur-Cawang. Ini merupakan proyek Adhi Karya.

VIVA.co.id – PT Adhi Karya Tbk bakal lebih serius merambah bisnis properti saat ini. Salah satunya dengan memaksimalkan Transit Oriented Development (TOD) atau titik pemberhentian di sekitar proyek Light Rail Transit (LRT) menjadi perumahan. 

Direktur Keuangan Adhi Karya, Haris Gunawan mengatakan, setiap jalur kereta akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan hunian. Salah satu yang rencana dilakukan adalah di Bekasi Timur, hingga di Cikoko, Jakarta Selatan. 

"Yang Pasti di Bekasi Timur itu kita punya tanah 50 hektare, di sana kita bangun, apartemen, hotel, ada mall juga, ada komersial area kayak Starbucks, tempat nongkrong," ujar Haris di Jakarta, Kamis Malam, 16 Juni 2017. 

Untuk wilayah tersebut, ujarnya, saat ini sudah mulai dilakukan penjualan sembari pengerjaan konstruksinya. Pihaknya menargetkan akan terus mengembangkan hunian di atas lahan sekitar 200 hingga 300 hektare yang berada di sekitar wilayah TOD.

"Segmentasinya kelas menengah, kita enggak menyebut ke atas lah. Kalau ke atas kan mewah. Di sisi lain, kita juga mau mencari tanah di tempat lain, kita buat untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) baik itu landed atau vertikal," ujar dia. 

Bahkan, Ia menjelaskan, pihaknya akan membuat anak usaha baru di bidang TOD yang selama ini hanya bagian dari departemen Adhi Karya. Proses spin off atau pembentukan entitas baru perusahaan ditargetkan bakal dilakukan September mendatang. 

"Kalau kita spin off tahun ini, berarti kan tahun depan dia harus IPO (Initial Public Offering). Itu dari modal itulah, dia akan utang di sana. Kan gini, (untuk dana) konsep kita tahun ini adalah inject TOD sekitar Rp700 miliar sampai Rp1 triliun. Sehingga dia punya modal sekitar Rp2,3 triliun (ditambah investasi TOD perusahaan Rp1,3 triliun)," tambahnya.