Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 18 Juni 2017 | 06:52 WIB
  • Lima Pos Penting Penggunaan Dana THR

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar
Lima Pos Penting Penggunaan Dana THR
Photo :
  • Halomoney.
Ilustrasi pengeluaran THR.

VIVA.co.id – Bulan Ramadan tak lama lagi akan berakhir. Bagi para karyawan kantor, salah satu momen paling ditunggu  menjelang Lebaran adalah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).

Anggap saja THR ini sebagai gaji ke-13 dan bonus yang diterima oleh karyawan. Meski sebagai penghasilan tambahan, kamu tetap perlu memanfaatkan uang THR dengan bijak agar tidak menyebabkan kesulitan keuangan di kemudian hari.

Maklum, kebutuhan menyambut lebaran sangat besar. Tanpa perencanaan yang baik, berapapun uang THR yang kamu terima, bisa-bisa akan menguap tak berbekas.

Apakah kamu sudah memiliki rencana menggunakan uang THR tahun ini? Berikut ini 5 alokasi uang THR yang perlu kamu sisihkan agar dana THR tidak menguap begitu saja.

1. Alokasikan 10 persen – 20 persen untuk tabungan

Sama seperti gaji bulanan, kamu tetap perlu menyisihkan uang THR untuk tabungan. Besarannya cukup 10 hingga 20 persen dan dimasukkan ke dalam rekening tabungan. Sisihkan dana untuk tabungan begitu kamu menerima THR agar kamu tidak tergoda menggunakannya untuk keperluan lain, termasuk keperluan sehari-hari.

2. Keperluan pakaian baru, perlengkapan ibadah, serta zakat.

Setelah kamu menyisihkan dana tabungan, berikutnya adalah membayar zakat. Bahkan kamu harus memprioritaskan dana untuk membayar zakat, jika kamu mengetahui besaran dana THRmu pas-pasan. Sebab membayar zakat bersifat yang wajib dibayar oleh seorang muslim, paling lambat sebelum hari raya idul fitri.

Besaran zakat mengikuti ketentuan dari Badan Amil Zakat tempat kamu berzakat. Pada lebaran tahun ini, zakat dengan uang adalah Rp40 ribu per orang. Besaran ini berlaku bagi setiap orang, tua dan muda hingga bayi yang baru lahir.

Sedangkan keperluan pakaian baru dan perlengkapan ibadah, alokasi yang disarankan sekitar 10 persen hingga maksimal 20 persen dari THR. Jika kamu ingin membeli pakaian baru, sebaiknya kamu membelinya sejauh mungkin sebelum Lebaran agar harganya tidak naik tinggi dan kamu tidak terkena antrian penuh sesak di pusat belanja.

3. Jamuan lebaran dan mudik.

Berbelanja jamuan Lebaran termasuk kebutuhan yang perlu ada saat Idul Fitri tiba. Hidangan ini tentu akan menambah suka cita semua anggota keluarga di hari nan fitri tersebut. Sebab itu kamu perlu menyiapkan segala keperluan jamuan itu menjelang lebaran.

Dalam belanja hidangan Lebaran seperti  kue, lauk pauk makanan selama lebaran, hingga berbelanja kebutungan sekunder seperti mendekorasi rumah, sebaiknya kamu menggunakan uang THR dengan cermat. Hitung berbagai kebutuhan yang diperlukan saja, dan hindari belanja sesuatu yang tidak perlu dan terkesan berlebihan.

Sedangkan untuk kebutuhan mudik, seperti tiket transportasi, bensin, atau persiapan lain di jalan, sebaiknya tidak kamu ambil dari dana THR. Namun sudah kamu alokasikan dari tabungan yang telah kamu kumpulkan sejak beberapa bulan sebelumnya.

4. Mengalokasikan THR bagi pekerja di rumah dan angpao

Umumnya, alokasi untuk seluruh kebutuhan ini bisa mencapai 50-60 persen dari seluruh THR yang kamu terima. Sebaiknya, saat menerima THR, kamu langsung memasukkan ke dalam beberapa amplop terpisah untuk penerima THR dan angpao Lebaran. Dengan begitu kamu sudah memiliki alokasi angpao THR yang sudah pasti sehingga kamu tidak menambah dana secara mendadak.

5. Sisa alokasi THR untuk melunasi utang berjalan

Jika kamu masih memiliki utang harus dibayar segera, usahakan mengalokasikan dana THR untuk membayar cicilan utang. Misalnya, membayar tagihan kartu kredit bulan sebelumnya yang belum kamu bayar lunas. Tentu kamu ingin agar perayaan idul fitri antara kamu dan keluarga, tidak diganggu dengan masalah utang.

Jika kamu tidak memiliki utang yang perlu dibayar segera, alokasikan dananya untuk investasi, tabungan atau menambah dana darurat. Dengan begitu, kamu bisa berjaga-jaga seandainya kebutuhan harianmu suatu saat tidak tercukupi dari gaji bulanan.