Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 19 Juni 2017 | 19:51 WIB
  • APBN-P 2017, Menkeu Pastikan Pos Belanja Naik Rp10 Triliun

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
APBN-P 2017, Menkeu Pastikan Pos Belanja Naik Rp10 Triliun
Photo :
  • ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan mengenai keterbukaan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan, di Jakarta, Jumat (9/6).

VIVA.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah memfinalisasi dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2017. Rencananya, dokumen tersebut akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebelum masa reses.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berbincang dengan media memperkirakan, porsi belanja negara dalam anggaran perubahan tahun ini meningkat menjadi Rp10 triliun dari total alokasi belanja yang dianggarkan dalam APBN 2017 sebesar Rp2.080,5 triliun. 

Penambahan tersebut, akan dipergunakan bendahara negara untuk persiapan Asian Games, pengadaan sertifikasi lahan, persiapan Pemilihan Umum Kepala Daerah, sampai dengan pengadaan ketersediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur yang akan diberikan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara.

“Jadi memang ada beberapa belanja yang harus kami akomodasi. Dan itu tidak mungkin kalau tidak ada APBN-P,” kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, Senin 19 Juni 2017.

Dengan adanya penambahan belanja, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan ada kekurangan penerimaan pajak mencapai Rp50 triliun dari target yang dipatok pemerintah. Dengan ini, maka defisit anggaran sampai akhir tahun bisa mencapai 2,6 persen terhadap produk domestik bruto.

“Atau mungkin slightly di atas itu. Nanti akan kami finalkan dulu,” katanya.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, dari penambahan belanja tersebut, senilai Rp1,2 triliun akan dialokasikan untuk pengadaan sertifikasi lahan. Sementara untuk persiapan Asian Games, Pilkada, dan pengadaan ketersediaan lahan, bendahara negara enggan membeberkan lebih jauh.

“Kalau yang lain nanti dulu. Tunggu bulan Juli saja nanti. Kami akan konsisten,” ujarnya. (one)