Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 07:37 WIB
  • Ini Bedanya Puasa di AS dan Indonesia Versi Sri Mulyani

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Chandra G. Asmara
Ini Bedanya Puasa di AS dan Indonesia Versi Sri Mulyani
Photo :
  • ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan mengenai keterbukaan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan, di Jakarta, Jumat (9/6).

VIVA.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani punya cerita dan pengalaman tersendiri soal menjalankan ibadah puasa. Baginya, puasa di bulan Ramadan tahun ini terasa beda dengan sebelumnya, ketika masih mengemban tugas sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia di Amerika Serikat.

Salah satunya yang dirasakan Ani, saparan akrabnya, yaitu aktivitas memasaknya selama di Indonesia jauh berkurang. Ia mengaku memasak adalah kegiatan rutin yang dilakukan, ketika masih bekerja di negeri Paman Sam pada periode 2010-2016.

Namun, ketika kembali ke Indonesia sejak pertengahan tahun lalu, kegiatan tersebut justru sudah jarang dilakukan olehnya.

“Rumah saya, dengan rumah yang saya tinggali di Amerika itu tidak sama. Kalau di Amerika, dapur itu tempat saya. Saya taruh bumbuh, daging, segala macam. Kalau di sini, dapur itu bukan daerah jajahan saya,” kata Ani, saat berbincang dengan awak media, Jakarta, Senin malam, 19 Juni 2017.

Di AS, Ani bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam hanya untuk memasak. Ia pun mengaku harus pintar-pintar membagi waktu di tengah kesibukannya sebagai seorang pejabat Bank Dunia. Berbagai cara dilakukan, agar waktu memasak bisa terbagi dengan adil dengan waktu istirahat.

“Kalau di sini (Indonesia), mau apa tinggal beli, tinggal belanja. Kalau di sana, restoran Indonesia jarang. Jadi, saya mesti masak,” katanya.

Selama menjalani ibadah puasa di Indonesia, Ani berupaya menjaga kondisi tubuhnya tetap prima dengan mengkonsumsi vitamin. Hal ini mengingat, padatnya aktivitas sebagai bendahara negara. Bahkan, pemegang almamater Universitas Indonesia itu mengaku sudah dua kali tidak puasa.

“Saya dua kali jebol. Itu pas di Paris. Bayangkan saja, saya terbang 15 jam. Itu sudah dehidrasi,” ujarnya. (asp)