Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 11:39 WIB
  • Kinerja Ekspor RI Januari-Mei 2017 Capai US$68,3 Miliar

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Shintaloka Pradita Sicca
Kinerja Ekspor RI Januari-Mei 2017 Capai US$68,3 Miliar
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Aktivitas bongkar muat petikemas

VIVA.co.id – Kementerian Perdagangan mencatat kinerja ekspor impor Indonesia kembali menunjukkan peningkatan. Secara kumulatif, ekspor selama Januari hingga Mei 2017 mencapai US$68,3 miliar, atau meningkat sebesar 19,9 persen dibanding tahun lalu.

Peningkatan ekspor selama Januari-Mei 2017 tersebut didukung kenaikan ekspor non-migas 20,1 persen (year on year/YoY) dan ekspor migas 18,3 persen (YoY).

"Kinerja ekspor non-migas di periode Januari-Mei 2017 ini jauh lebih baik dari kinerja ekspor non-migas lima tahun terakhir (Januari-Mei 2012-2016) yang selalu tumbuh negatif," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 20 Juni 2017.

Kinerja ekspor Mei 2017 sendiri mencatatkan US$14,3 miliar atau naik 7,6 persen dibanding bulan lalu (month to month/MoM). Kenaikan ekspor tersebut didorong peningkatan ekspor sektor migas 22,4 persen (MoM) menjadi US$1,3 miliar, kemudian pada non-migas naik 6,4 persen (MoM) menjadi US$13,0 miliar.

Enggar mengatakan peningkatan ekspor yang relatif signifikan tersebut menunjukkan mulai membaiknya permintaan produk ekspor Indonesia di pasar dunia.

Di sektor non-migas, ekspor ke beberapa negara mitra dagang selama Januari-Mei 2017 menunjukkan kinerja positif, yaitu ke India, China, dan Belanda, naik signifikan dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 61,0 persen, 59,5 persen, dan 39,6 persen (YoY).

Sementara itu, produk yang nilai ekspornya naik tinggi antara lain besi dan baja (86,0 persen), karet dan barang dari karet (65,4 persen), batu bara (56,5 persen), bahan kimia organik (52,5 persen), minyak sawit (49,7 persen), serta kopi, teh dan rempah-rempah (38,6 persen).

Enggar mengatakan hal itu didukung oleh membaiknya kondisi perekonomian dunia dan menguatnya harga komoditas di pasar dunia. Perekonomian dunia pada Triwulan I-2017 semakin membaik sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (2,0 persen), China (6,9 persen), Jepang (1,3 persen), India (6,1 persen), dan Uni Eropa (1,9 persen).

Sementara itu data World Bank Juni 2017, rata-rata indeks harga non energi internasional periode Januari-Mei 2017 tumbuh 8,9 persen dibandingkan periode yang sama 2016.