Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 25 Juni 2017 | 08:59 WIB
  • Cara RI Rayu Pengusaha Italia Dongkrak Bisnis dan Investasi

  • Oleh
    • Renne R.A Kawilarang
Cara RI Rayu Pengusaha Italia Dongkrak Bisnis dan Investasi
Photo :
  • Dokumentasi ITPC Milan / Stefano Romano
Seniman Italia, Enrico Masseroli, telah tiga dekade menekuni seni tari Bali.

VIVA.co.id – Siapa bilang orang Italia tidak bisa Tari Bali? Enrico Masseroli membuktikan kepiawaiannya membawakan tarian khas Pulau Dewata itu. Gerakannya gemulai, namun tegas, sambil mengikuti alunan musik tradisional Bali. 

Pertunjukkan Enrico itu mampu memukau tidak saja sesama orang Italia, bahkan juga para hadirin asal Indonesia. Tidak percuma Enrico menekuni seni tari Bali selama tiga dekade. “Ini bentuk kecintaan saya kepada Indonesia dan saya telah menekuni tarian Indonesia selama tiga puluh tahun terakhir,” ujar dia.

Keahlian dan dedikasi Enrico itu berbuah penghargaan. Dia diminta ikut mempromosikan Indonesia dengan kemampuannya sebagai seniman dalam acara “Indonesian Night” di Kota Milan, 23 Juni 2017 lalu.

Bertema “Spice Up Your Business”, acara ini merupakan salah satu cara untuk melobi pengusaha Italia agar lebih aktif berinvestasi dan berbisnis di Indonesia. Ajang itu diselenggarakan oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma.  

“Acara Indonesian Night ini adalah inisiatif yang tepat untuk mempromosikan Indonesia karena kita menggabungkan promosi perdagangan, investasi, pariwisata dan budaya. Ini adalah upaya kita bersama untuk memberikan kontribusi dalam memajukan perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Nawacita Presiden Joko Widodo,” kata Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, seperti yang disiarkan oleh Kantor ITPC Milan.

Dia berharap perdagangan bilateral dapat terus meningkat, mengingat saat ini nilainya masih relatif kecil yaitu sekitar US$ 3 Miliar pada tahun 2016. “Kita harapkan juga acara ini dapat meningkatkan pemahaman orang Italia akan kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia, termasuk gastronomi Indonesia yang dikenal menarik,” lanjut Dubes Esti.

Kepala ITPC Milan, Agung Pramudya F.R, mengaku akan lebih persuasif dalam upaya “menjemput bola” dan mendekati pengusaha Italia. “Itu karena Indonesia memiliki potensi bisnis yang menjanjikan, antara lain adanya potensi impor untuk produk biodesel dari produk minyak sawit sebesar 90.000 metrik ton per tahun, serta produk karet sebesar 30.000 ton per tahun yang terdiri atas 15.000 ton karet natural dan 15.000 ton karet sintetis,” kata dia.

Dubes RI Esti Andayani (tengah) bersama pejabat ITPC Milan dan pengusaha Italia

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, (tengah) bersama para pengusaha Italia dan pejabat KBRI Roma dan ITPC Milan. (Foto: Dokumentasi ITPC Milan (Fotografer Stefano Romano))

Maka, lanjut Agung, ITPC Milan optimistis ketertarikan pengusaha Italia pada produk Indonesia sudah terlihat pada pameran makanan dua tahunan Tuttofood yang diikuti ITPC Milan pada bulan Mei 2017, yang diikuti oleh produsen mie instant PT.Indofood, di mana terdapat kesuluruhan potensi transaksi dagang dari perusahaan Indonesia yang turut berpartisipasi dalam pameran Tuttofood  senilai 350.000 USD atau sekitar Rp. 4, 66 miliar.

“Sebagai kantor perwakilan Kementerian Perdagangan Indonesia di Italia, kami akan terus berkomitmen dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dan menarik investor Italia untuk menanamkan modal mereka di Indonesia, dimana sejauh ini neraca perdagangan antara Indonesia dan Italia masih mengalami surplus sebesar 574,30 juta USD pada tahun 2016,” ujarnya.

Demo Masak

Selain pertunjukan tari bali oleh Enrico, acara itu juga menampilkan demo masak chef Italia, Fabrizio Millione. Dia menyampaikan testimoni penggunaan rempah Indonesia dalam membuat makanan yang dihasilkan menjadi kaya rasa.

Hadir pula fotografer Italia, Stefano Romano, yang telah menerbitkan buku “Kampungku Indonesia” mengenai budaya dan makanan khas Tanah Air.

Acara itu pun dihadiri para pengusaha importir dan investor asal Italia, seperti VEOS SpA, Beacon, Restoran Borobudur, Bambu Design, Mrs. Flavia Pioltelli calon investor pariwisata di Indonesia dan juga kamar dagang Italia bagian Utara serta Kadin Italia untuk Asia Tenggara. (ren)