Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 13:30 WIB
  • Animo Agen Wisata Myanmar terhadap RI Membeludak

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Zahrotustianah
Animo Agen Wisata Myanmar terhadap RI Membeludak
Photo :
  • Zahrotustianah/VIVA.co.id
Pejabat KBRI di Myanmar.

VIVA.co.id – Pemerintah terus menggalakkan sektor pariwisata Indonesia. Beragam upaya dilakukan demi meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Tahun ini,  Kementerian Pariwisata RI menargetkan 15 juta kunjungan wisman dengan perolehan devisa sebesar US$14,9 miliar.

Selain pasar utama seperti Malaysia, Singapura, dan negeri tetangga lain, Kemenpar juga melakukan penetrasi pasar lainnya. Salah satu yang dibidik adalah Myanmar. 

Lewat acara Indonesia Tourism Table Top yang akan digelar di Hotel Sedona, Yangon, Myanmar pada 14 Juli 2017, Kemenpar akan mempertemukan para pelaku usaha priwisata lokal dan Indonesia. 

Kepala Bidang Misi Penjualan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pupung Thariq Fadhillah menjelaskan, respons pembeli produk Indonesia dari Myanmar pun sangat menggembirakan.

"Terbukti semula buyers hanya ditargetkan 30 agen saja tapi ternyata sampai 100 agen," ujarnya di kepada VIVA.co.id di Yangon, Myanmar, Kamis 13 Juli 2017.

Dibanding Laos dan Kamboja, antusias Myanmar dalam menyambut promosi pariwisata dan produk Indonesia tak terduga. Karena itu, menurutnya, kegiatan ini akan terus dilakukan ke depannya.

"Kita baru uji coba di sini, animo yang menggembirakan ini kita harap ada transaksi yang mengggembirakan juga," tambahnya. 

Seperti di Kamboja dan Laos, acara ini pertama kali digelar di Myanmar. Kedekatan historis, religi, dan adanya daya beli masyarakat menjadikan Myanmar sebagai salah satu pasar yang patut diperhitungkan, selain pasar-pasar utama Asia Tenggara.

Myanmar memiliki 53,9 juta jiwa dan jadi yang negara dengan poulasi terbanyak kelima di ASEAN. Pada 2015 outbound pasar Myanmar ke Indonesia mencapai 27.255 orang. Hal ini menjadikan Myanmar sebagai pasar yang cukup potensial untuk penetrasi pasar yang baru bagi Indonesia dan perlu digarap. (ase)