Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 15:12 WIB
  • Curhat Pengembang, Rumah di Atas Rp500 Juta Susah Laku

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim
Curhat Pengembang, Rumah di Atas Rp500 Juta Susah Laku
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi perumahan.

VIVA.co.id – Pengembang perumahan di Makassar mengeluh lantaran harga jual rumah menengah atas yang dipatok di atas Rp500 juta tak diminati oleh masyarakat. Untuk itu tak jarang, kini pengembang perumahan yang berlokasi di Sulawesi Selatan itu berpindah pasar bisnis untuk membangun rumah di bawah Rp500 juta.

Konsultan PT Baruga Asri Nusa Development, Beni Syabana, mengatakan daya beli masyarakat Makassar belum mampu untuk memenuhi suplai rumah di atas harga Rp500 juta.

"Makassar daya belinya agak kurang, setelah dievaluasi harga Rp500 juta itu sulit (laku) di Makassar. Makanya, kami akan mengubah rencana jangka pendek dari rumahnya menengah ke atas menjadi menengah ke bawah," kata Beni dalam acara Developer Gathering dengan Bank BTN bertema "Keep Growing Together" di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Ia mengatakan, hal ini telah terbukti bahwa selama beberapa tahun belakangan, sejumlah pengusaha properti di Makassar mengeluhkan hal yang sama. 

"Dari harga Rp500 juta ke bawah itu di-launching 100 hingga 200 unit sebulan, dua bulan sudah habis," ujarnya.

Menanggapi itu, Direktur Konsumer Bank BTN, Handayani, mengatakan, lesunya pasaran rumah menengah atas di Makassar dapat diatasi dengan strategi penjualan ke kota besar lainnya. Hal ini diyakininya dapat meningkatkan pertumbuhan penjualan rumah tersebut.

"Jadi tidak hanya memasarkan propertinya di Makassar, bisa seperti di Jakarta, di Surabaya dan sebagainya. Dengan itu, bisa lebih memperkenalkan properti yang bapak miliki. Jadi market-nya lebih luas," tutur dia. (one)