Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 16:21 WIB
  • Survei BPS DKI Bantah Daya Beli Konsumen Lagi Melemah

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Ade Alfath
Survei BPS DKI Bantah Daya Beli Konsumen Lagi Melemah
Photo :
Jakarta Great Sale

VIVA.co.id – Konsumen di Jakarta rata-rata masih tergolong “optimistis”. Klaim itu membantah opini bahwa daya beli konsumen di Ibu Kota lagi melemah.

Demikian ungkap survei Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, yang mengukur Indeks Tendensi Konsumen (ITK) terkini di Ibu Kota. ITK di Jakarta selama kuartal II 2017 mencapai 116,97.

Kepala BPS DKI Jakarta, Thoman Pardosi, mengatakan dengan indeks yang optimistis itu, maka tidak membuat ekonomi Jakarta menjadi lesu. "Capaian ini menunjukkan umumnya masyarakat DKI Jakarta berpendapat bahwa kondisi ekonomi mereka lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya," kata Thoman, Selasa 8 Agustus 2017.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang berperan penting dalam membentuk optimisme warga Jakarta. Pertama, persepsi masyarakat terhadap meningkatnya pendapatan dan meningkatnya volume konsumsi barang dan jasa.

Kedua, warga Jakarta juga beranggapan bahwa terjadinya inflasi tidak terlalu berpengaruh terhadap pola konsumsi barang dan jasa mereka di kuartal II-2017 ini.

"Selain itu, tingginya angka indeks juga dipengaruhi oleh momen yang terjadi bersamaan, yaitu Ramadan, Idul Fitri, dan liburan anak sekolah. Pada momen seperti ini, warga Ibu Kota banyak melakukan perjalanan ke luar kota, baik untuk tujuan mudik Lebaran maupun wisata. Hal ini semakin memicu tingginya aktivitas ekonomi yang terjadi di masyarakat," ujarnya.

Festival Jakarta Great Sale Baywalk Pluit

ITK, lanjut Thoman, adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini, yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada kuartal berjalan dan perkiraan kuartalan mendatang.

ITK merupakan hasil dari Survei Tendensi Konsumen (STK), yang untuk periode kuartal II-2017 ini di laksanakan pada Juni 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 880 rumah tangga yang tersebar di enam wilayah di Ibu Kota.

Dari kerangka sampel yang disiapkan, partisipasi responden mencapai 93,30 persen, lalu 6,70 persen sisanya tidak berhasil diwawancarai. (ren)