Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 11:10 WIB
  • Gubernur Djarot Ungkap Kunci Sukses Terapkan Kota Pintar

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Gubernur Djarot Ungkap Kunci Sukses Terapkan Kota Pintar
Photo :
  • Viva.co.id/Raudhatul Jannah
Wagub DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membeberkan cara untuk mewujudkan konsep kota pintar di Indonesia. Setidaknya, ada satu poin krusial yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin daerah untuk mewujudkan konsep kota pintar.

Poin penting itu adalah, pemerintahan yang mampu mendengar semua keluh kesah masyarakat. Dengan memaksimalkan teknologi dan informasi yang terus berkembang, maka peningkatan pelayanan publik merupakan salah satu wujud nyata konsep kota pintar.

"Ini agar apa saja dan kapan saja yang ingin disampaikan itu betul-betul bisa real time. Agar kebijakan yang diambil pemerintah kota tepat sasaran. Pemerintah menengah, nanti masyarakat yang berpartisipasi," kata Djarot, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Menurut Djarot, pemanfaatan big data yang saat ini digenjot Bank Indonesia juga merupakan cara untuk mewujudkan konsep kota pintar. Dengan data-data yang terintegrasi, maka pemerintah daerah akan jauh lebih mudah dalam menentukan kebijakan.

Dengan big data, aktivitas perekonomian di Ibu Kota pun bisa terekam dengan jelas. Maka diharapakan insentif yang diberikan pemerintah provinsi selama ini bisa tepat sasaran, dan mampu berdampak positif terhadap masyarakat.

"Kami bisa tahu misalnya siapa saja penerima KJP (Kartu Jakarta Pintar). Karena akan gampang sekali terdeteksi. Big data juga bisa mengevaluasi pejabat kami, apakah mereka bisa cepat menangkap keluhan masyarakat," katanya.

Sebagai pemimpin Ibu Kota, Djarot merasa tidak ada kesulitan yang berarti selama menjabat. Hanya saja, mantan Wakil Gubernur DKI itu menilai, dibutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian dan nyali untuk mewujudkan konsep kota pintar.

“Memimpin Jakarta katanya sulit. Maaf saya bocorkan. Gampang banget asal otaknya lurus, hati bersih, dan punya nyali. Tanpa itu, tidak,” katanya. (one)