Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 18:00 WIB
  • Cerita Menteri Bambang Ketagihan Belanja Online

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Cerita Menteri Bambang Ketagihan Belanja Online
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

VIVA.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro tak membantah, kemacetan parah yang terjadi di beberapa ruas jalan Ibu Kota menyebabkan sebagian masyarakat enggan melakukan aktivitas. Termasuk berbelanja di pusat perbelanjaan.

“Siapa yang rela macet-macetan di Jakarta kalau itu bukan untuk kerja? Hanya untuk beli baju atau makanan. Kalau bentuk badannya normal, tidak seperti saya, beli bajunya melalui online saja,” kata Bambang, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Berdasarkan data yang dihimpun Bappenas, dari total 150 juta orang penduduk Indonesia yang menggunakan internet, 50 juta orang diantaranya merupakan masyarakat yang mulai terbiasa belanja online. Hal ini yang menunjukan dengan jelas, telah terjadi pergeseran konsumsi masyarakat dari konvensional ke non konvensional.

Bambang menilai, meningkatknya jumlah masyarakat yang berbelanja melalui online tak lepas dari semakin berkembangnya industri e-Commerce dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah, kata Bambang, pun akan menelusuri seberapa besar aktivitas ekonomi melalui transaksi digital.

Dengan Big Data yang akan digencarkan oleh BI, Bambang berharap nantinya seluruh data berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis digital bisa dipetakan. Data tersebut diharapkan nantinya bisa menjadi acuan pemerintah maupun pemangku kepentingan terkait, dalam menentukan kebijakan.

“Kita tidak bicara satu transaksi selesai. Ada yang menjadi kebiasaan, misalnya pesan taksi pakai Uber, pesan makan pakai Go-Jek, plus belanja online lain. Ada saudara saya yang saya tahu, even beli baju tidak pernah ke mall,” katanya.

Bambang menilai, pergeseran pola konsumsi tersebut tak lepas dari gencarnya pembangunan di Ibu Kota, sehingga menyebabkan kemacetan. Mantan Menteri Keuangan itu pun mengaku menjadi salah satu dari 50 juta orang yang menggelontorkan uangnya melalui belanja online. 

“Pola sudah berubah. Semakin macet kota Jakarta, maka semakin malas. Saya termasuk dari 50 juta itu. Tetapi saya tidak untuk beli baju, tetapi saya pesan makanan pakai Go-Food,” ujarnya.