Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:26 WIB
  • Kawasan Perbatasan Dimudahkan dengan Layanan ATM Mini

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar
Kawasan Perbatasan Dimudahkan dengan Layanan ATM Mini
Photo :
  • Dokumen Djoko Setidjowarno
Pos Lintas Batas Negara Entikong Kalimantan Barat

VIVA.co.id – Bank Mandiri meningkatkan layanan elektronik untuk mempermudah penerimaan terkait kepabeanan dan cukai secara online di wilayah perbatasan Republik Indonesia. Hal tersebut dilakukan melalui penempatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Mini di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat. 

Penempatan mini ATM ini diresmikan oleh Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Sugeng Aprianto dan Direktur Government and Institutional Bank Mandiri Kartini Sally hari ini, Kamis 10 Agustus 2017. 

Kartini mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan pemasangan 59 unit mini ATM Mandiri pada tahun ini. Yang digunakan untuk pembayaran kepabeanan dan cukai di kantor-kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang telah ditunjuk oleh Ditjen Bea dan Cukai. 

"Bank Mandiri berharap dapat menuntaskan proses penempatan unit mini ATM di seluruh kantor pelayanan Bea Cukai pada Desember 2017," ujar Kartini dikutip dari keterangan resminya, Kamis 10 Agustus 2017. 

Menurut Kartini, kehadiran layanan mini ATM ini merupakan wujud konkret keseriusan Bank Mandiri dalam menyukseskan program pemerintah dalam memfasilitasi pembangunan dan pengembangan ekonomi di kawasan perbatasan NKRI. 

Selain Entikong, mini ATM Mandiri akan turut dipasang di pos perbatasan lainnya di Indonesia antara lain seperti Nanga Badau, Motaain, Aruk, Motamasin, dan beberapa tempat lainnya.

"Layanan ini merupakan implementasi komitmen perseroan untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran cukai, pajak ekspor, dan impor atau biaya lain terkait kepabeanan dan cukai sehingga ikut menggenjot penerimaan negara," tuturnya. 

Sebagai informasi, saat ini Bank Mandiri telah tercatat sebagai salah satu bank persepsi Modul Penerimaan Negara Generasi kedua (MPN-G2), baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing dolar AS. Layanan perbankan perseroan juga telah dapat diakses masyarakat untuk pembayaran penerimaan negara secara online.

Selain mini ATM, Bank Mandiri telah menambahkan fitur pembayaran cukai, pajak ekspor, dan impor serta kepabeanan pada alat pembayaran non tunai Mandiri. Yakni, melalui layanan e-Banking. Hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait gerakan non tunai (Cashless Society) di seluruh kementerian dan lembaga. 

Bank Mandiri juga telah memfasilitasi pembayaran penerimaan negara sebanyak 3.82 juta transaksi pada periode Januari-Juli 2017 senilai lebih dari Rp216,83 triliun, di mana hampir 49 persen merupakan transaksi penerimaan negara terkait pajak.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas layanan ini, lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya dengan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan akan terus melakukan sosialisasi produk kepada wajib bayar atau pengguna jasa. Serta, melakukan pengawasan operasional sistem yang telah ada agar tidak ada gangguan pada penerimaan negara.

“Kami optimis, langkah ini juga akan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya terkait pembayaran cukai, pajak ekspor dan impor dan kepabeanan,” tutur Kartini.