Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 15:35 WIB
  • Pemerintah Ingin Rupiah Tak Terlalu Kuat, Ini Penjelasannya

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Pemerintah Ingin Rupiah Tak Terlalu Kuat, Ini Penjelasannya
Photo :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat
Menko Perekonomian Darmin Nasution di Istana Negara, Jakarta.

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan tak terlalu menginginkan nilai tukar rupiah terlalu perkasa terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar yang terlalu menguat, tentu akan berpengaruh pada aktivitas perdagangan domestik.

“Nilai tukar malah sekarang ini agak sedikit menguat. Kami sebetulnya tidak ingin terlalu kuat. Dia sudah mulai bergerak Rp13.200 per dolar AS,” kata Darmin, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, rupiah pada hari ini berada di level Rp13.209 per dolar AS, terdepresiasi Rp23 dibandingkan posisi kemarin, Selasa 12 September 2017 yakni Rp13.186 per dolar Paman Sam.

Meskipun mata uang Garuda kembali melemah, namun posisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menegaskan bahwa nilai tukar rupiah tahun lalu sempat berada di rentang Rp13.350-Rp13.400 per dolar AS.

“Tahun lalu itu di tahun berjalan di angka Rp13.350-Rp13.400,” kata Darmin.

Sebagai informasi, BI memperkirakan pegerakan mata uang Garuda terhadap dolar AS hingga akhir tahun berada di kisaran Rp13.420. Meskipun level rupiah saat ini sudah bergerak di kisaran Rp13.200, namun bank sentral menegaskan bahwa masih ada peluang bagi rupiah untuk terus melanjutkan penguatan. (one)