Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 18:05 WIB
  • Keuntungan RI dari Pertemuan IMF-World Bank di Bali

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara
Keuntungan RI dari Pertemuan IMF-World Bank di Bali
Photo :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap berbagai keuntungan yang bisa didapatkan Indonesia dari perhelatan International Monetary Fund - World Bank Annual Meetings 2018. Indonesia akan menjadi tuan rumah dari ajang bergengsi bertaraf internasional itu tahun depan.

Pertama, adalah dari sisi peningkatan penanaman modal asing ke Indonesia. Luhut mengatakan, ajang tersebut akan dijadikan pemerintah sebagai wadah dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini, dalam rangka menggeliatkan investasi di dalam negeri.

“Kita bisa promosi lebih jelas, sehingga mau taruh investasi di Indonesia. Mereka bisa lihat investment grade kita, lihat pembangunan infrastruktur kita bagus,” kata Luhut, di Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Keuntungan yang kedua, adalah yang berhubungan langsung dengan industri perhotelan di kawasan Bali. Mantan kepala staf Kepresidenan itu menyebut, ada beberapa hotel di wilayah Nusa Dua, Bali yang sengaja menaikkan tarif menginap untuk ajang internasional tersebut.

“Di mana-mana kalau ada acara seperti ini, pengusaha hotel menaikkan harga dua kali lipat. Kalau yang bayar (menginap) negara itu, kita yang untung. Ini sudah sesuai standar,” katanya.
 
Pemerintah mempersiapkan setidaknya Rp1 triliun untuk perhelatan akbar tersebut. Dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 sebesar Rp810 miliar pun tidak akan digunakan untuk membiayai perjalanan, maupun penginapan para delegasi World Bank maupun IMF.

“Kami sama bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati) dan BI sudah hitung detail pengeluarannya. Porsi untuk bayar hotel, sebagian dari BI nanti. Jadi tidak mewah,” ujarnya.