Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 18:14 WIB
  • 2018, Sri Mulyani Jual Surat Utang Negara Lewat Online

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara
2018, Sri Mulyani Jual Surat Utang Negara Lewat Online
Photo :
  • Istimewa
Ilustrasi surat utang

VIVA.co.id – Kementerian Keuangan berencana menjual Surat Berharga Negara Ritel secara online pada 2018 mendatang. Bendahara negara pun akan menunjuk sejumlah pemangku kepentingan terkait seperti perbankan, sekuritas, dan financial technology atau fintech untuk menjual surat utang negara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan mengungkapkan, pemerintah telah menunjuk enam bank, satu perusahaan efek, dan dua perusahaan fintech sebagai peserta pilot project pengembangan sistem penjualan surat utang ritel secara online.

Adapun sejumlah institusi yang ditunjuk dalam pilot project, yakni PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Central Asia, PT Bank Permata, dan Bank DBS. Kemudian selanjutnya, Trimegah Sekuritas Indonesia, Bareksa, dan Investfree.

“Diharapkan sistem penjualan SBN ritel secara online dapat diimplementasikan di tahun 2018,” ungkap Robert, dikutip melalui laman resmi Kemenkeu, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Menurut Robert, pilot project penjualan surat utang via online merupakan salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah, dengan memanfaatkan jaringan internet dalam proses penjualan SBN ritel. Di samping itu, terobosan ini sekaligus memberikan alternatif atas mekanisme penerbitan SBN ritel.

“Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperluas jangkauan basis investor SBN dalam negeri,” kata Robert.

Apalagi, lanjut Robert, penjualan SBN ritel secara online pun sejalan dengan inisiatif strategis program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan Kemenkeu. Belum lagi, keberadaan calon mitra distribusi seperti perusahaan Fintech yang juga menjawab perkembangan teknologi masa kini.