Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 15:01 WIB
  • Alasan Bandara Kertajati Dipersiapkan untuk Haji dan Umrah

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Adi Suparman (Bandung)
Alasan Bandara Kertajati Dipersiapkan untuk Haji dan Umrah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Bandara Kertajati

VIVA.co.id – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dipastikan siap melayani pemberangkatan haji dan umrah mulai 2018.

BIJB Kertajati direncanakan soft launching pada Februari 2018. Dengan kondisi runway sepanjang 2.500 meter dengan take off landing dan grand launching pada Juni 2018.

"Menurut saya itu bagus, pas karena tahun depan haji itu Juli. Ditambah proses dari Januari runway sudah diperpanjang sampai 3.000 meter," ungkap Direktur Utama BIJB Kertajati, Virda Dimas Ekaputra di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat 15 September 2017.

Virda menambahkan, pengoperasian BIJB pada tahun depan menjadi prioritas, terpicu dengan insiden terkelupasnya landasan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta beberapa waktu lalu.

"Begitu saya dapat berita jemaah haji pertama Jawa Barat terbang dari Halim selesai take off Boeing 777 runway-nya terkelupas, Kertajati harus jadi tahun depan. Kenapa? Soekarno-Hatta sudah padat," katanya.

Menurutnya, melihat jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta yang semakin padat, dipastikan tidak efektif melayani penerbangan haji dan umrah.

"Ditambah dengan penerbangan haji di sana. Pergeseran itu berjalan baik, tapi itu menambah kepadatan Soekarno-Hatta, nah solusinya Kertajati. Enggak mungkin kan terbang dari Bandung," tuturnya.

Dari data Kementerian Agama, Jawa Barat, per tahunnya menjadi daerah terbanyak dalam pemberangkatan haji di Bandara Halim. Selain haji, lanjut Virda, pemberangkatan umrah juga menjadi prioritas untuk terlayani.

"Dalam perencanaan, bandara dan aerocity dilengkapi dengan fasilitas haji dan umrah. Di Soekarno-Hatta, 2,500 penumpang per hari yang terbang untuk umrah. Se-Indonesia visa untuk umrah itu per hari tujuh ribu," tuturnya.

"Ini peluang, menurut saya mungkin. Jemaah haji tetap embarkasinya dari Bekasi, cuma nanti enggak perlu ke Halim, untuk tahun depan," ujarnya.