Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 10:41 WIB
  • Desember, Kereta Bandara Soetta Tersambung Skytrain

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim
Desember, Kereta Bandara Soetta Tersambung Skytrain
Photo :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim
Skytrain ke Terminal 2 Bandara Soetta.

VIVA.co.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan, kereta Bandara Soekarno-Hatta tersambung dengan kereta antarterminal, atau skytrain pada Desember 2017. Keterhubungan antarmoda diharapkan permudah penumpang di bandara.

Menurut Budi, kereta bandara akan menempuh rute dari Manggarai-Sudirman Baru (Dukuh Atas)-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta. Sehingga, akan menjadi alternatif menarik bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan ke Bandara.

"Sesuai dengan instruksi, diharapkan selesai di 16 desember 2017, dan kereta (bandara) dari Dukuh Atas juga. Jadi, secara operasionalnya bersamaan, yang dari Dukuh Atas ke stasiun utama bandara," kata Budi di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu 17 September 2017.

Budi mengatakan, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan kereta bandara. Sehingga, nantinya masyarakat dapat semakin mudah mendapatkan akses transportasi ke bandara. Ia pun yakin pada Desember 2017, skytrain sudah bisa beroperasi di terminal 1,2 dan 3.

"Kita juga akan melakukan aktivitas dari dukuh atas. Kalau kita nanti berhenti di stasiun utama, menuju stasiun terminal 2 dan 3 itu tanpa menggunakan kendaraan, dan tanpa tambahan biaya apa apa," ujar dia.

Budi pun mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II, yang telah mengelola dengan baik fasilitas layanan antarterminal di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, Bandara selayaknya memang harus dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

"Mulai dari desain, saya apresiasi dengan baik. Soetta adalah showcase dari Indonesia, karenanya keharusan untuk menjadikan Soetta tidak hanya cantik, tetapi menjalankan fungsi dengan benar," ujar Budi yang juga Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu.

Budi menjelaskan, kereta tanpa awak, atau Automated People Mover System itu masih menggunakan sistem manual sampai beberapa bulan ke depan, sampai betul-betul dapat dioperasikan tanpa pengemudi. Penggunaan skytrain ini Budi akan meningkatkan level of services dari bandara itu sendiri.

Di satu sisi, Budi juga mengatakan, pihaknya mendorong percepatan pembangunan skytrain di Tanah Air.  Adapun skytrain kedua di Indonesia, akan dibangun di di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Skytrain kemungkinan nanti juga ada di Bali," ujarnya. (asp)