Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 11:07 WIB
  • Lima Langkah Cerdas Bebaskan Diri dari Utang

  • Oleh
    • Dusep Malik
Lima Langkah Cerdas Bebaskan Diri dari Utang
Photo :
  • Pixabay/Stevepb
Ilustrasi utang.

VIVA.co.id – Zaman sekarang sulit menemukan orang yang tidak memiliki utang. Utang menjadi sebuah kelaziman lebih-lebih di tengah pertumbuhan pendapatan yang semakin tak mampu mengejar peningkatan biaya.

Adapun utang yang marak ditemukan saat ini yaitu utang membeli rumah yang harganya memang mahal. Belum lagi utang-utang lain seperti utang kartu kredit, utang kredit motor dan sebagainya.

Tidak sedikit orang yang terjerat masalah utang sampai bunuh diri. Utang memang bisa jadi sumber masalah yang pelik bila kita tidak bijak dalam mengelolanya, terutama utang konsumtif.

Nah, apakah mungkin kita terbebas dari utang? Mungkin sekali. Ada lima langkah yang bisa Anda tempuh untuk membebaskan diri dari utang seperti dikutip dari HaloMoney.co.id, Senin 2 Oktober 2017, berikut ini:

1. Lunasi dengan tabungan

Anda memiliki aset berupa tabungan, emas atau tanah? Supaya kutukan utang tidak terus berlanjut, Anda bisa memilih menggunakan tabungan atau emas Anda untuk melunasi utang.

Utang Anda membebankan bunga hingga 14 persen per tahun, sedangkan tabungan Anda cuma berbunga 2 persen per tahun. Beban biaya lebih besar ketimbang potensi pertumbuhan pendapatan.

Jadi, akan lebih baik bila Anda memanfaatkan tabungan bunga rendah itu untuk membayar utang berbunga mahal. Setelah utang lunas, Anda bisa memulai lagi upaya menabung penghasilan.

2. Susun daftar prioritas pembayaran

Anda menanggung utang beberapa jenis. Anggaplah, ada utang modal usaha, utang kartu kredit, utang KPR, utang KTA. Ketika hendak membebaskan diri dari utang, mungkin tabungan Anda tidak cukup bila digunakan untuk menutup semua
beban utang tersebut.

Jangan putus asa, tetap fokus pada upaya pelunasan dengan membuat skala prioritas. Urutkan utang Anda mulai dari bunga termahal. Prioritaskan untuk menyelesaikan utang dengan bunga paling mahal terlebih dahulu.

3. Cobalah negosiasi dengan pemberi utang

Anda sudah kepalang basah terjebak utang. Jangan lari dan memutuskan untuk ngemplang. Temui pemberi utang, apakah bank atau lembaga lain, dan nyatakan kondisi keuangan Anda.

Tunjukkan bahwa Anda masih beritikad membayar utang. Ajukan permintaan untuk penurunan beban bunga, penjadwalan ulang pembayaran pokok utang atau bunga, perpanjangan tenor cicilan, dan lain sebagainya.

4. Bekerja lebih keras menambah penghasilan

Bila tidak bisa mengurangi beban utang, satu-satunya pilihan adalah tambahlah besar penghasilan Anda sehingga pendapatan tersebut dapat Anda gunakan untuk menutup utang. Bekerjalah lebih keras dan lebih cerdas.

5. Setop mencari utang baru

Ada banyak orang yang gelap mata ketika menyelesaikan utang. Mereka malah mencari utang baru untuk menutup utang lama. Istilahnya, gali lubang tutup lubang.

Bila Anda membayar utang lama dengan utang baru yang biayanya lebih murah, mungkin langkah itu masuk akal. Namun, bila yang terjadi sebaliknya, maka itu adalah langkah bunuh diri.

Jadi, ketika kini Anda fokus menyelesaikan utang, berhentilah mencari utang baru. Termasuk di sini, berhentilah memakai kartu kredit.