Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 07:50 WIB
  • Singapura Berharap RI 'Upgrade' Pelabuhan bagi Kapal Pesiar

  • Oleh
    • Renne R.A Kawilarang
Singapura Berharap RI 'Upgrade' Pelabuhan bagi Kapal Pesiar
Photo :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Penari tradisional Bali menyambut penumpang kapal pesiar MS Volendam.

VIVA.co.id – Singapura berharap Indonesia bisa segera menambah kapasitas pelabuhan-pelabuhannya sehingga bisa menjadi tempat berlabuh yang layak untuk kapal-kapal pesiar skala besar. Ini mengingat makin banyak turis yang menggunakan jasa kapal pesiar dan diyakini bisa mendatangkan keuntungan yang besar bagi Indonesia di sektor pariwisata.

Demikian menurut pelaku industri jasa kapal pesiar yang berbasis di Singapura dalam diskusi dengan delegasi media massa dari Indonesia. Menurut Manajer Komunikasi Korporat Royal Caribean International Cruises, Chin Ying Duan, ada peningkatan tren kunjungan penumpang kapal pesiarnya ke tempat-tempat wisata di Indonesia.

Masalahnya, di Indonesia masih sedikit pelabuhan yang bisa menjadi tempat bersandar kapal pesiar skala besar seperti yang dimiliki Royal Caribean International, yaitu Mariner of the Seas. Kapal itu memuat hingga 3.200 penumpang.

“Kami berharap pelabuhan di kota-kota yang selama ini menjadi tujuan favorit penumpang kami, seperti di Semarang, Bali, dan Lombok nantinya bisa menjadi tempat bersandar seperti kapal Mariner of the Seas ini. Selama kapal kami tidak bisa bersandar di pelabuhan kota-kota itu, sehingga penumpang yang akan turun harus menggunakan kapal-kapal kecil menuju ke pelabuhan,” kata Chin.

Maka, pihaknya sangat antusias dengan proyek peningkatan kapasitas pelabuhan di Benoa, Bali, saat ini pada November 2018 mendatang. “Pemutakhiran itu akan memungkinkan pelabuhan tersebut untuk menampung kapal-kapal pesiar skala besar, seperti yang kami punya, yaitu Royal Caribbean International kelas Quantum yang bisa memuat 4.900 penumpang. Ini kapal pesiar terbesar kedua di dunia,” kata Chin.

Menurut Direktur jasa kapal pesiar dari Biro Kebijakan dan Perencanaan Singapore Tourism Board, Annie Chang, Royal Caribbean saat ini juga mempekerjakan 8.000 orang asal Indonesia. Dia yakin jumlah ini akan terus bertambah. Menurut data 2014, sedikitnya 16.000 warga Indonesia bekerja di bidang jasa kapal pesiar. Bidang ini bisa memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” kata Chang.