Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 19:58 WIB
  • Konglomerat ASEAN Ajak Investor Berinvestasi di Indonesia

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Konglomerat ASEAN Ajak Investor Berinvestasi di Indonesia
Photo :
  • Dokumentasi SCG
Country Director SCG Indonesia Nantapong Chantrakul.

VIVA.co.id – Indonesia dianggap memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia pada 2020. Namun, untuk merealisasikan keinginan tersebut, dibutuhkan sinergi sektor swasta dalam meningkatkan kinerja perekonomian nasional.

Konglomerat terkemuka di kawasan ASEAN, Siam Cement Group (SCG), menjadi salah satu investor yang berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. SCG telah menanamkan modalnya di Indonesia sejak 1995. Saat ini total aset SCG di Indonesia mencapai US$1,4 juta.

“Kami percaya investasi SCG di Indonesia telah mendukung pemerintah. Kami juga berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang,” kata Country Director SCG Indonesia, Nantapong Chantrakul, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, arus investasi yang masuk ke Indonesia selama periode 2012-2016 telah menyumbang setidaknya 14,6 persen laju pertumbuhan majemuk tahunan. Angka tersebut, bahkan diperkirakan terus tumbuh untuk menggeliatkan sektor riil.

“Saya ingin mengajak semua pemangku kepentingan termasuk mitra bisnis kami, untuk bersama-sama mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring percepatan infrastruktur yang digalangkan pemerintah,” katanya.

Deputi Pengembangan Iklim BKPM Farah Ratnadewi Indriani dalam kesempatan yang sama mengatakan, pemerintah pun terus berupaya meningkatkan kemudahan berusaha dalam rangka menarik minat para investor menanamkan modalnya di Indonesia. Upaya ini, sudah terefleksikan dalam paket deregulasi pemerintah.

“Diharapkan dapat dirasakan para pebisnis dalam hal kemudahan, percepatan, dan kepastian perizinan investasi, serta memfasilitasi masalah investasi yang sering muncul. Kami percaya, ini akan membantu mempercepat realisasi investasi,” tuturnya.