Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 17:39 WIB
  • Cara BUMN Kejar Ketertinggalan Infrastruktur

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Cara BUMN Kejar Ketertinggalan Infrastruktur
Photo :
  • REUTERS/Garry Lotulung
Pemerintah tengah genjot proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan layang di Jakarta ini.

VIVA.co.id – Presiden Joko WIdodo dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Dibutuhkan suatu inovasi baru, dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur.

Untuk itu, PT PP, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi memperkenalkan konsep Building Information Modelling (BIM), yang merupakan seperangkat teknologi, proses, dan kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara kolaborasi serta terintegrasi dalam sebuah model digital.

“Ini memungkinkan pelaku yang terlibat dalam suatu proyek bekerja secara kolaborasi, mengoptimalkan produktivitas sumber daya manusia dan kegiatan proyek secara cepat, tepat, akurat, efektif, dan efisien selama proses umur siklus bangunan,” kata Direktur Utama PT PP Tumiyana, di Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Tumiyana menjelaskan, konsep ini merupakan cara perseroan dalam menghadapi dunia bisnis yang saat ini mengalami disrupsi. Sejumlah perusahaan startup yang muncul dalam beberapa tahun belakangan telah berhasil menumbangkan perusahaan yang lama berdiri.

Badan Usaha Milik Negara itu pun mengakui bahwa adopsi digital pada sektor konstruksi saat ini jauh lebih lambat dibandingkan sektor lainnya. Artinya, efisiensi biaya dan produktivitas, peningkatan mutu dan akurasi waktu menjadi salah satu tantangan di bidang konstruksi.

“Dengan penerapan BIM ini, akan membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan proyek, karena data desain menjadi sangat detail dan akurat,” tuturnya.

Perseroan sudah mulai menerapkan BIM sejak 2015 pada berbagai proyek seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, pengembangan Pelabuhan Sibolga, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Tol Pandaan-Malang, sampai dengan Jembatan Teluk Kendari.

“BIM yang diterapkan juga sudah dikolaborasikan dengan sistem ERP (Enterprise Resources Planning) berbasis SAP yang diimplementasikan sejak 2016. Upaya ini akan bermanfaat maksimal dalam memantau proses bisnis perusahaan secara menyeluruh,” ujarnya.