Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 16:07 WIB
  • Menkeu Sri Ungkap Bukti Daya Beli Masyarakat Tak Tergerus

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Menkeu Sri Ungkap Bukti Daya Beli Masyarakat Tak Tergerus
Photo :
  • Chandra Gian Asmara/VIVA.co.id
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menuding isu turunnya daya beli masyarakat sengaja diciptakan lawan politiknya dalam pertarungan pemilihan Presiden pada 2019 mendatang. Bahkan, menurut kepala negara, yang saat ini terjadi bukan penurunan daya beli, melainkan peralihan konsumsi belanja masyarakat.

Lantas, apa buktinya daya beli masyarakat tidak tergerus?

“Kalau dari sisi penerimaan, pertumbuhan pajak dari PPN (Pajak Pertambahan Nilai) memang menggambarkan semua sektor mengalami kegiatan yang sifatnya positif,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Pertumbuhan PPN yang saat ini berada di kisaran 14 persen, menunjukkan indikasi kegiatan ekonomi yang berjalan dengan semestinya. Hal ini semakin ditambah dengan serapan tenaga kerja pada kuartal kedua yang mencapai empat juta, yang diharapkan memperbaiki pendapatan masyarakat.

“Memang, pertumbuhan 40 persen kelompok kelas menengah ke bawah dibandingkan 2017, tumbuh 57 persen, tapi tahun sebelumnya lebih tinggi. Tapi masih positif, tetap naik. Jadi, dari statistik ada kenaikan kita masih ada,” katanya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, tugas pemerintah saat ini adalah bagaimana menstabilisasi harga sejumlah komoditas strategis yang langsung berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat. Hal tersebut, diharapkan tetap menjaga daya beli yang saat ini sudah tumbuh.

“Karena ini memengaruhi secara langsung dari daya beli masyarakat. Jadi, Presiden tentu melihat semua informasi ini dari pertumbuhan konsumsi yang kami kaji juga secara teliti,” jelasnya. (asp)