Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 15:45 WIB
  • Mandiri Tetap Kenakan Biaya Top Up e-Money Ritel, Kok Bisa?

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim
Mandiri Tetap Kenakan Biaya Top Up e-Money Ritel, Kok Bisa?
Photo :
  • Raden Jihad Akbar/VIVA.co.id
Ilustrasi e-Money.

VIVA.co.id – PT Bank Mandiri Tbk telah gratiskan biaya isi ulang uang elektronik atau top up e-money di infrastruktur milik sendiri atau top up di infrastruktur ATM bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun, perusahaan pelat merah ini tetap mengenakan biaya sebesar Rp1.000 di toko ritel modern.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas menerangkan, pihaknya telah menerapkan free untuk top up e-money di ATM, EDC atau pun lewat smartphone yang telah menggunakan sistem Near Field Communication (NFC).

"Yang tidak free hanya di ritel dan pengertian tidak free itu bukan berarti biaya itu diambil Mandiri, itu tidak, toko ritel itu kena Rp1.000 untuk top up karena orang ke toko ritel bawa tunai, bukan dari rekening dikasih kasir kaya beli pulsa," kata Rohan di kantor Kementerian BUMN, Senin 9 Oktober 2017.

Ia melanjutkan, fee sebesar Rp1.000 rupiah itu akan menjadi biaya dari toko ritel itu sendiri. Dalam artian, seperti 'uang' jalan yang harus dibayar konsumen.

"Tunainya ini kan punya manajemen, mereka harus kumpulin. Dia bawa ke bank setorin nah itu fee-nya untuk toko," ujar dia.

Rohan pun menilai wajar jika top up e-money di bank yang bukan BUMN akan dikenakan biaya penarikan. Begitu pun halnya jika bank swasta melakukan top up di ATM Himbara.

"Kalau di ATM link free semua. Kalau di luar link, ya kalau nasabah swasta top up e-money di ATM mandiri, dia enggak punya rekening mandiri dan dia kena, ya logis lah ya, kalau dia nasabah mandiri lalu top up di mandiri atau link dia free," tegas dia.  (hd)