Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 17:54 WIB
  • RI Contek Konsep Singapura Bangun Rusun di Atas Stasiun

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim
RI Contek Konsep Singapura Bangun Rusun di Atas Stasiun
Photo :
  • REUTERS/Pablo Sanchez
Kereta MRT di Singapura lintasi deretan gedung pemukiman warga.

VIVA.co.id – Pembangunan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang sedang dikembangkan di Tanah Air disebut mencontoh beberapa negara. Beberapa diantaranya adalah Singapura, Eropa, Amerika, Australia Hingga Hong Kong.

Hal itu diungkapkan Direktur Pengembangan Usaha, Investasi dan Human Capital PT Wika Gedung, Nur Al Fata. Menurutnya, beberapa negara itu berhasil menerapkan pembangunan hunian atau rusun yang terintegrasi dengan angkutan massal tersebut.

"(Contoh) yang paling dekat adalah Singapura, juga ada di Eropa, di Amerika maupun Australia. Juga di Hongkong. Di Hongkong itu TOD yang paling besar menurut saya di Asia," kata Nur Al Fata di sela acara groundbreaking TOD Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Ia menerangkan, untuk pembangunan TOD Stasiun Pasar Senen sendiri juga disediakan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ukurannya juga dinilai cukup luas yakni sebesar 32 m2 hingga 35 m2 untuk MBR dengan dua tempat tidur.

"Ada yang ukuran 32 m2 ada yang 35 m2, tapi dua bed room semua, karena memang bukan seperti apartemen yang lain ini kan untuk keluarga yang stay di situ," kata dia.

Ia pun melanjutkan, pembangunan TOD Stasiun Pasar Senen sendiri memakan waktu sekitar tiga tahun. Dari tiga tower yang direncanakan, terlebih dahulu akan selesai berbarengan sebanyak dua tower.

"Nanti dua tower itu barengan, jadi yang Anami (Apartemen Sederhana Milik) satu tower, yang (rusun) untuk MBR satu tower, nanti Anami yang kedua berikutnya," tutur dia. (ren)