Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 00:07 WIB
  • Harga Semen dan Sembako di Papua Mulai Turun

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Fikri Halim
Harga Semen dan Sembako di Papua Mulai Turun
Photo :
Ilustrasi sembako.

VIVA.co.id – Harga semen dan sembako di Papua disebut telah berhasil diturunkan. Program ini dilakukan melalui kontribusi perusahaan pelat merah dalam program tol laut yang dijalankan pemerintah.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) ditugaskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk menurunkan harga sembako, seperti gula, tepung terigu, dan minyak goreng, dan bahan bangunan seperti semen di Papua.

Direktur Utama PT PPI, Agus Andiyani menyebutkan bahwa pihaknya cukup memutar otak untuk membuat harga barang tersebut terjangkau. Ia menyebutkan pihaknya merancang strategi, agar barang dapat diangkut melalui rute dengan biaya relatif murah.

"Akhirnya diputuskan untuk pakai jalur Surabaya-Timika-Wamena-Puncak Jaya. Itu rute paling murah," kata Agus, saat berbincang dengan media di Press Room Kementerian BUMN, Selasa 10 Oktober 2017.

Ia merincikan harga gula pasir yang tadinya sebesar Rp30 ribu-Rp40 ribu per kilogram telah turun menjadi Rp21.750 per kilogram. Kemudian, harga minyak goreng yang tadinya Rp31 ribu per liter menjadi Rp23.250 per liter, dan harga tepung terigu dari Rp24 ribu per kilogram menjadi Rp18 ribu per kilogram.

"Kemudian, untuk harga semen yang tadinya satu sak Rp2 juta, kini menjadi Rp370 ribu per sak," kata dia.

Sementara itu, di tempat yang sama, Koordinator Semen Indonesia di Puncak Gunung yang membawahi delapan kabupaten di tanah Papua, Wolter B Hesegem mengatakan bahwa harga semen di delapan kabupaten memang sudah mencapai di bawah Rp400 ribu per sak.

Meskipun PPI telah merealisasikan harga semen sebesar Rp370 ribu di Wamena, namun di tingkat toko harga semen menjadi Rp390 ribu, dengan catatan tidak boleh dijual melebih Rp400 ribu.

"Di delapan kabupaten harga semen satu sak itu rata-rata Rp390 ribu di toko," kata Wolter.

Ia juga menyebutkan penjualan semen di Puncak Jaya saat ini diutamakan untuk masyarakat dan pengembangan tempat ibadah. "Prioritas bukan kontraktor, tetapi untuk masyarakat," ujarnya.