Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:13 WIB
  • Kartu E-Money Digratiskan, Saldo Tetap Harus Beli

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Kartu E-Money Digratiskan, Saldo Tetap Harus Beli
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Ilustrasi transaksi pembayaran melalui berbagai sistem Anjungan Tunai Mandiri atau debit, uang elektronik, sampai dengan kartu kredit.

VIVA.co.id – Bank Indonesia bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memutuskan untuk memberikan diskon bagi para pengguna jalan tol jelang implementasi kartu elektronik. Hal ini dalam rangka meningkatkan penetrasi pengguna jalan tol, yang saat ini sudah mencapai 80 persen secara nasional.

Sebelumnya, pada periode 17 Agustus sampai dengan 31 September 2017 lalu, BI bersama pemangku kepentingan terkait lainnya memberikan diskon sebesar 50 persen untuk setiap pembelian uang elektronik baru. Namun kali ini, diskon yang diberikan mencapai 100 persen.

Diskon 100 persen bukan berarti masyarakat tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk pembelian uang elektronik. Pembelian tetap dilakukan, namun kali ini saldo yang akan diterima masyarakat akan sesuai dengan nominal yang dikeluarkan untuk pembelian satu uang elektronik.

Lantas, apa alasan BI memberikan diskon hingga 100 persen untuk setiap pembelian uang elektronik baru?

Setelah melakukan evaluasi bersama BPJT sebagai supervisi Badan Usaha Jalan Tol, ada peningkatan penetrasi penggunaan uang elektronik dari program diskon pada periode 17 Agustus sampai dengan 31 September. Maka dari itu, BI pun memberikan diskon 100 persen hingga 31 Oktober 2017.

“Kami lakukan evaluasi, program diskon ini cukup menaikkan minat masyarakat untuk bertransaksi non tunai,” kata Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky Purnomo Wibowo dalam keterangannya, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Hasil dari program diskon awal, menunjukkan adanya peningkatan pengguna transaksi non tunai mencapai 63 persen. Bahkan, saat ini pengguna transaksi non tunai di ruas jalan tol Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi sudah berada di kisaran 84-86 persen.

“Makanya ini kami lanjutkan diskon sampai 31 Oktober. Mulai minggu depan. Tapi yang diskon hanya kartu tol yang harganya Rp20 ribu loh. Saldo tetap harus bayar,” katanya.

Pungky mengatakan, biaya tersebut nantinya akan dibebankan kepada Badan Usaha Jalan Tol dan perbankan masing-masing Rp10 ribu. Dengan adanya program ini, diharapkan implementasi elektronifikasi 100 persen jalan tol di berbagai wilayah Indonesia bisa sesuai harapan.

“Jadi kartunya harganya nol. Tapi intinya tidak dibagikan. Itu dijual kepada masyarakat, dan harus beli untuk isi saldonya,” ujarnya.