Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:27 WIB
  • Jokowi Tak Mau Kalah dengan Malaysia Soal Sawit

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Jokowi Tak Mau Kalah dengan Malaysia Soal Sawit
Photo :
  • Aji YK Putra/VIVA.co.id
Presiden Joko Widodo.

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo meresmikan peremajaan kebun sawit milik rakyat, di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, pagi ini. 

Peremajaan kebun sawit tersebut, merupakan salah satu program pemerintah untuk seluruh nusantara, agar kebun sawit milik rakyat dapat menghasilkan panen yang melimpah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Tahun ini fokus kita Sumatera dulu. Pertama dilakukan di sini (Muba). Setelah itu, akan ke Sumatera Utara, Jambi dan Riau. Kita kerja harus fokus. Setelah Sumatera, baru ke Kalimantan,"kata Joko Widodo.

Jokowi melanjutkan, para petani yang memiliki kebun sawit berusia 20 hingga 25 tahun akan diberi bibit unggul dari pemerintah secara gratis. Sehingga hasil buah sawit tersebut akan berkualitas sangat baik.

"Ini bibitnya sangat baik, nanti kalau sudah besar, bisa produksi delapan ton per hektare Tandan Buah Segar (TBS) untuk sekali panen. Biasanya petani sekarang kalau umur sawitnya  20-25 tahun, itu hanya menghasilkan dua ton. Berarti kan empat kali lipat, jika sudah pakai bibit baru,"ujar mantan Gubernur DKI ini.

Diapun mencontohkan, Malaysia dan Vietnam yang dalam satu kali panen bisa melebihi dari delapan ton. Sementara, Indonesia yang terkenal memiliki tanah yang subur hanya maksimal mencapai tiga ton.

"Karena ini (kebun sawit) sudah lebih 25 tahun tidak pernah diremajakan. Masa kalah sama Vietnam sama Malaysia. Tanah kita ini subur. Tapi sawitnya dibiarkan tua sehingga lama produksinya. Nanti kalu sudah dikasih bibit baru, bisa hasilkan delapan ton," jelasnya.

Sebagai informasi untuk di Muba, sebanyak 4.4460 hektare kebun sawit yang sudah tua akan dilakukan peremajaan. Setelah di Muba, Sumsel, peremajaan kembali berlangsung di Sumatera Utara, Jambi dan Riau.  Selain bibit sawit, pemerintah juga memberikan bibit jagung dan kedelai, untuk dilakukan tumpang sari di kebun sawit.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, di Sumatera banyak sekali lahan perkebunan sawit rakyat sudah tua dan produktivitas mencapai 2,5 ton per hektare.

"Sehingga mendesak sekali untuk dilakukan peremajaan. Peremajaan ini akan mengubah wajah perkebunan kita, kelapa sawit akan menjadi strategis, bukan hanya nasional, tetapi betul-betul penuntasan kesejahteraan," kata Darmin.