Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 13:40 WIB
  • Enam BUMN Tambal Rp500 Miliar Kekurangan Biaya Asian Games

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Enam BUMN Tambal Rp500 Miliar Kekurangan Biaya Asian Games
Photo :
  • VIVA.co.id/Fajar GM
Wakil Presiden Jusuf Kalla

VIVA – Enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara berkomitmen menutupi kekurangan dana penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sejumlah RP500 miliar. Keenam BUMN itu adalah Telkom, Telkomsel, Pertamina, BNI, Bank Mandiri, serta BRI.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan, komitmen BUMN ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan dana penyelenggaraan Asian Games sebesar Rp5 triliun. Sebab, dari anggaran itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya membiayai Rp4 triliun.

"Terima kasih, total yang ditandatangani tadi Rp500 miliar. Jumlah yang cukup besar pada dewasa ini," ujar JK, memberi sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara INASGOC dan BUMN di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.

JK menyampaikan, dana dari sponsor BUMN itu direncanakan akan digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan, serta peningkatan prestasi kontingen Indonesia. Kebutuhan yang dinilai lebih mendesak, yaitu penyiapan prasarana dan infrastruktur telah ditalangi APBN.

"Insya Allah untuk prasarana telah dibiayai APBN. Karena itu, adalah belanja modal. Misalnya untuk Wisma Atlet, untuk 10 ribu orang. Selanjutnya bisa dijual, disewakan untuk kebutuhan dalam negeri. Begitu juga untuk renovasi, investasi transportasi, bangun light train, itu juga buruh triliunan," ujar JK.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua INASGOC Erick Thohir, Menteri Koordinator PMK Puan Maharani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga,  dan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.

Kemudian, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto, serta Direktur Utama BRI Suprajarto.