Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 08:15 WIB
  • Properti di Daerah Bangkit Bila Transportasi Massal Tersedia

  • Oleh
    • Dusep Malik
Properti di Daerah Bangkit Bila Transportasi Massal Tersedia
Photo :
  • REUTERS/Pablo Sanchez
Kereta MRT di Singapura lintasi deretan gedung pemukiman warga.

VIVA – Pembangunan transportasi umum yang tengah gencar dilakukan pemerintah dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan daerah. Konektivitas yang dibangun melalui ketersediaan infrastruktur transportasi akan mendorong aktivitas di daerah tersebut sehingga dapat tumbuh semakin pesat.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten, Roni Hardiriyanto Adali, menilai pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan perekonomian di daerah, khususnya di titik-titik yang menjadi Transit Oriented Development (TOD).

“Pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan seperti jalan tol dari Balaraja Tangerang, lalu Maja hingga ke Tanjung Lesung akan berdampak pada perkembangan daerah, seperti titik-titik pintu tol pasti berkembang pesat," ungkap Roni dalam keterangan tertulisnya, Senin 6 November 2017.

Menurut dia, transportasi umum sangat terkait dengan pembangunan properti di mana transportasi akan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Adanya aktivitas yang padat tentu menandakan daerah tersebut mengalami pertumbuhan yang tinggi. 

Untuk itu, Lanjut Roni adanya integrasi antara transportasi umum, hunian, dan pusat perbelanjaan akan memberikan kemudahan kepada warga yang tinggal di satu hunian tersebut.

“Kemudahan masyarakat dalam beraktivitas dengan menggunakan transportasi yang layak dan terkoneksi hingga ke Jakarta akan berdampak pada penjualan properti di kawasan tersebut yang tentunya akan lebih ramai,” jelasnya.

Roni menerangkan properti merupakan lokomotif dari pergerakan ekonomi yang bertindak sebagai sektor riil. Pembangunan properti akan menstimulus pertumbuhan industri-industri lain, adanya penyerapan tenaga kerja, serta pendapatan daerah yang naik melalui pajak. 

“Di Indonesia, pertumbuhan properti tahun lalu mencapai 5,1 persen, dan yang paling tinggi di Makassar karena bangun infrastrukturnya pesat. Begitu pun Tangerang yang akan tumbuh pesat karena rencana infrastruktur seperti jalan tol, Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT),” tegas Roni.

Rumah Tapak Berkluster

Para pengembang, lanjut dia, masih akan menargetkan pembangunan rumah tapak berkluster yang penyelesaiannya disesuaikan dengan selesainya pembangunan transportasi di Tangerang sehingga dapat memudahkan para penghuni melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Perlu diketahui, Tangerang saat ini menawarkan  alternatif kawasan hunian terjangkau dan mudah diakses karena adanya proyek infrastruktur. Di daerah Cikupa ada hunian Lavon oleh developer SwanCity resmi diluncurkan. Di samping itu, ada juga Suvarna Sutera di wilayah yang sama.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara Property Leader Dialog di Jakarta mengatakan, pemerintah memang tengah intens mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, salah satunya dalam bidang transportasi. 

Hal ini, menurut Menteri Budi dilakukan untuk meningkatkan nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah ditargetkan sebesar tujuh persen hingga 2019 nanti.

Pembangunan transportasi tersebut, Lanjut Budi, juga digencarkan untuk daerah-daerah di luar Jakarta seperti pada pembangunan LRT dan MRT. Dan untuk MRT East-West yang akan melintas dari Balaraja, Tangerang hingga Cikarang, Bekasi misalnya, sudah akan dimulai pada 2019 mendatang. (ren)