Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 06:50 WIB
  • Lapangan Kerja Sulit, Keyakinan Konsumen Melemah

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara
Lapangan Kerja Sulit, Keyakinan Konsumen Melemah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
pekerjaan - lamaran - lowongan - interview kerja - bursa kerja

VIVA – Survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia pada Oktober 2017, mencatat keyakinan konsumen cenderung mengalami pelemahan. Namun, capaian tersebut masih mengindikasikan keyakinan konsumen di level optimis

Mengutip keterangan bank sentral, Selasa 7 November 2017, hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)  Oktober 2017 sebesar 120,7, atau lebih rendah dari posisi September 2017 yang mencapai 123,8. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini.

“Rendahnya Indeks Keyakinan Konsumen dipengaruhi oleh penurunan kedua komponen, baik Indeks Kondisi Ekonomi saat ini, maupun Indeks Ekspektasi Konsumen,” jelas bank sentral.

Dalam survei BI terlihat kedua komponen mengalami penurunan disebabkan oleh indeks ketersediaan lapangan kerja yang mengalami penurunan dan indeks penghasilan konsumen yang turun dari bulan sebelumnya. 

Sejalan dengan penurunan IKK, porsi pengeluaran konsumen untuk konsumsi mengalami penurunan dari 66,4 persen pada bulan sebelumnya menjadi 65,7 persen, dan porsi pembayaran cicilan menurun dari 14,4 persen menjadi 14,1 persen.

“Di sisi lain, porsi tabungan konsumen meningkat dari 19,2 persen menjadi 20,2 persen,” ungkap BI.

Hasil survei juga mengindikasikan perkiraan konsumen terhadap meningkatnya tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang. Terutama, dipengaruhi oleh perkiraan terbatasnya pasokan bahan makanan seiring panen raya yang baru akan terjadi pada akhir kuartal pertama tahun 2018.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik memperkirakan, indeks tendensi konsumen kuartal keempat tahun ini sebesar 105,49, atau lebih rendah dibandingkan indeks tendensi konsumen kuartal ketiga. Pada kuartal tiga tahun ini, indeks tendensi bisnis mencapai 109,42,

“Tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal ketiga 2017,” jelas otoritas statistik.