Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 12:14 WIB
  • Sebelum Melantai di Bursa, Divestasi Freeport Kelar Dulu

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim
Sebelum Melantai di Bursa, Divestasi Freeport Kelar Dulu
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
CEO Freeport McMoran Richard Adkerson (Kiri), Sri Mulyani (Tengah), dan Ignasius Jonan (Kanan).

VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengimbau perusahaan di sektor energi untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia. Namun, khusus untuk PT Freeport Indonesia, Jonan menegaskan bahwa perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut harus menyelesaikan proses divestasi sebelum pelaksanaan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).  

"Kalau sekarang divestasinya harus jalan dulu. Jadi setelah pemerintah pusat dan pemprov serta wilayah Papua segala macam itu punya 51 persen secara kumulatif. Dan nanti mestinya dipikirkan untuk go public di kemudian hari, enggak sekarang," kata Jonan di gedung BEI, Jakarta, Selasa 7 November 2017. 

Ia menerangkan, pemerintah secara tegas tidak membolehkan PT Freeport Indonesia untuk langsung melantai di bursa, sebelum proses divestasi berjalan. "Enggak bisa (langsung IPO), harus divestasi," tutur dia.

Mantan menteri perhubungan itu menjelaskan, proses divestasi masih terus berlanjut dengan valuasi harga saham masih terus didiskusikan. Diharapkan, negosiasi dengan PT Freeport Indonesia dapat dilakukan secara bertahap.

"Program akuisisinya pasti bertahap, enggak mungkin langsung jadi. Mau berapa lama ini sebenarnya sudah sepakat dengan Freeport, kalau bisa secepatnya bisa jalan. Cuman enggak tahu ini, mesti dilihat," ujar dia. 

Jonan pun mengaku bahwa pemerintah tak ada target khusus terkait dengan waktu dalam negosiasi khususnya soal divestasi. "Enggak ada (targetnya). Kalau bisa secepatnya, enggak usah berasumsi," ujar dia.