Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 14:04 WIB
  • Zakat Hingga Wakaf Bisa Jadi Motor Ekonomi

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
Zakat Hingga Wakaf Bisa Jadi Motor Ekonomi
Photo :
Ilustrasi bersedekah.

VIVA – Bank Indonesia menyatakan, sektor keuangan sosial syariah atau dana sosial keagamaan berupa zakat, infaq, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF mampu menjadi mesin penggerak perekonomian domestik. Baik itu skala regional, maupun skala nasional.

Selain mampu menjadi motor penggerak baru perekonomian domestik, sistem keuangan syariah pun memiliki perangkat yang berpotensi untuk mengatasi permasalahan kesenjangan, dan distribusi pendapatan. 

“ZISWAF jika dikelola dengan tepat, akan dapat berperan aktif mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan, serta pemberdayaan masyarakat secara inklusif,” kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 7 November 2017.

Meski memiliki potensi besar, Rosmaya mengakui bahwa peran ZISWAF belum teroptomalisasi dengan baik. Hal tersebut tercermin dari masih tingginya kesenjangan ekonomi antar lapisan masyarakat.

Berdasarkan studi Bank Dunia pada tahun 2016, Indonesia termasuk salah satu negara yang harus memperhatikan masalah kesenjangan. Apalagi, angka Gini Rasio nasional saat ini masih cukup tinggi, yakni mencapai 0,393 pada periode Maret 2017.

Peran sejumlah pemangku kepentingan terkait pun diharapkan dapat mengoptimalisasi potensi keuangan syariah nasional. Apalagi, meskipun  berhasil menduduki peringkat ke-10 pemain industri syariah global, Indonesia saat ini masih menjadi pasar produk halal.

“Volume pasar makanan halal di Indonesia, yang merupakan pasar utama produk halal domestik, yang juga merupakan peringkat pertama dalam pasar global, telah mencapai US$160 miliar,” jelasnya.