Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 11:30 WIB
  • Tips Agar Sukses Negosiasi di Kantor

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar
Tips Agar Sukses Negosiasi di Kantor
Photo :
  • reuters
Ilustrasi Pekerja

VIVA – Pernahkah Anda melakukan negosiasi? Berapa kali melakukannya? Negosiasi adalah suatu proses penawaran yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih, guna mencapai tujuan tertentu. Agar negosiasi bisa berjalan sukses, Anda harus lihai dalam mengolah kata-kata dan meyakinkan lawan bicara kalau apa yang dikatakan itu benar adanya.

Berbicara tentang negosiasi, pastilah Anda juga pernah diajak bernegosiasi oleh si bos di kantor. Negosiasi di tempat kerja kerap kali menjurus pada kenaikan gaji atau pangkat. Benarkah demikian? Sebagian besar benar, sebagian lagi tidak. 

Agar dambaan naik gaji bisa terwujud, Anda harus bisa melakukan negosiasi bermanfaat. Bukan hanya gaji saja, ruang gerak di kantor pun bisa semakin luas jika Anda mengetahui caranya.

Suatu penelitian berkata kalau wanita lebih pintar bernegosiasi ketimbang pria. Inilah yang mengakibatkan gaji para wanita kerap kali lebih besar ketimbang pria, mengapa bisa demikian? Tentu saja, para wanita memiliki trik khusus negosiasi manfaat. Daripada penasaran, berikut ini tips dari Cermati.com cara bernegosiasi sederhana yang bisa diterapkan di tempat kerja:

1. Mengetahui apa yang dinegosiasikan

Hal pertama yang perlu dilakukan ialah mengetahui apa yang akan dinegosiasikan. Apakah itu kenaikan pangkat, kenaikan gaji, atau kerja sama jangka panjang. Saat bernegosiasi, Anda akan menjelaskan panjang lebar mengenai hal tersebut. 

Jadi, pastikan Anda harus paham tentang materi negosiasi. Hal ini berguna, agar tidak gugup atau kagok saat berhadapan dengan lawan bicara. 

Hal ini terlihat sepele, namun jika Anda menghiraukannya, proses negosiasi cenderung tidak diterima karena lawan bicara menilai Anda melalui penguasaan materi negosiasi. Jangan lupa pula untuk menjelaskan tujuan dan latar belakang mengapa melakukan negosiasi.

2. Jelaskan feedback yang didapatkan perusahaan

Saat proses negosiasi berjalan, pasti si bos bertanya tentang feedback apa yang akan didapatkan perusahaan. Feedback ini sendiri contohnya bisa beranekaragam. Anda bisa menyesuaikan feedback dengan kesanggupan diri untuk mewujudkannya. 

Tawarkanlah feedback yang bisa dipenuhi. Jangan pula menawarkan feedback berlebihan sehingga merugikan diri sendiri. Feedback yang paling umum ditawarkan oleh karyawan adalah “bersedia bekerja lebih keras”. 

Hal ini masuk akal dan bisa diterima oleh perusahaan. Feedback yang diberikan haruslah mengarah pada perkembangan perusahaan ke depannya. Jadi, pikirkan baik-baik agar negosiasi bisa bermanfaat. Tidak hanya untuk Anda, tapi juga untuk perusahaan.

3. Pelajari lawan negosiasi

Saat bernegosiasi, kedua belah pihak pasti berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Untuk itu, Anda bisa menerawang kebutuhan apa yang sebenarnya diinginkan oleh perusahaan. Jika mengetahui keinginan mereka, Anda memiliki kesempatan untuk memenangkan hati perusahaan. Anda juga bisa melangkah lebih maju dan mendapatkan manfaat.

4. Malu bertanya sesat di jalan

Banyak orang yang sering mengabaikan poin yang satu ini. Seperti slogan “malu bertanya, sesat di jalan”, Anda harus menerapkannya. Jika ada hal yang tidak dipahami saat negosiasi berjalan, bertanyalah. 

Tak ada yang melarang bertanya. Malahan, bertanya lebih baik ketimbang nantinya Anda kerepotan mencari tahu maksud perkataan lawan bicara.

Bertanya dua atau tiga kali tidak masalah. Asalkan Anda mengerti etika bertanya yang baik dan sopan. Bertanyalah saat lawan bicara selesai berbicara. Jangan pernah memotong pembicaraan yang mengakibatkan proses negosiasi gagal total.

5. Memahami rentang waktu manfaat negosiasi

Hal terakhir yang perlu diketahui ialah memahami rentang waktu manfaat dari negosiasi itu sendiri. Apakah negosiasi memberikan manfaat jangka pendek atau jangka panjang. 

Jika negosiasi jangka pendek, akan lebih mudah untuk dilakukan. Lain halnya dengan negosiasi jangka panjang yang lebih ribet. Anda juga harus lebih luwes berbicara dan meyakinkan lawan bicara.

Misalnya, saat ingin bernegosiasi soal cuti jangka panjang, Anda akan dihadapkan dengan si bos untuk membahas hal ini. Banyak masalah yang akan dihadapi, salah satunya ialah penolakan apabila cuti terlalu lama. 

Untuk itu, Anda harus memberikan alasan yang kuat mengapa hal ini terjadi. Bangunlah keyakinan si bos atas kinerja yang akan dilakukan sehabis masa cuti tersebut.

Negosiasi tidaklah sulit, asal tahu caranya

Bernegosiasi tidaklah sesulit yang bayangkan. Jika Anda mengetahui caranya, tentu proses negosiasi akan berjalan lancar layaknya air mengalir. Semoga sukses dalam bernegosiasi!