Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 12:16 WIB
  • Garap Infrastruktur, Kadin Ingin Pengusaha RI Naik Kelas

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim
Garap Infrastruktur, Kadin Ingin Pengusaha RI Naik Kelas
Photo :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id
Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani.

VIVA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menekankan pentingnya keterlibatan swasta dalam proyek infrastruktur. Dengan sinergi BUMN-swasta (Public Private Partnership/PPP), diyakini percepatan pembangunan infrastruktur dapat lebih cepat.

"Dana infrastruktur sangat besar. Bujet 2014-2019 hampir Rp5.000 triliun. Oleh sebab itu keterlibatan swasta diperlukan, untuk pastikan infrastruktur jalan sesuai target pemerintah," kata Rosan dalam acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di JCC Senayan, Rabu 8 November 2017. 

Dia mengatakan, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas telah memberikan beberapa alternatif skema kerja sama PPP, termasuk skema pembiayaan. Hal ini dinilai harus dimanfaatkan oleh swasta.

"Sehingga acara IIW (Indonesia Infrastructure Week) ini kami bersama-sama Bappenas acara khusus mengadakan infrastruktur finance, sosialisasikan program-program pembiayaan dalam rangka akselerasi pertumbuhan dan percepatan infrastruktur," ujarnya.

Menurut Rosan, dalam rangka pembangunan infrastruktur, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengusaha di Indonesia agar bisa naik kelas. 

"Biasanya tadinya hanya di sub kontraktor, pihak pengusaha bisa menjadi investor infrastruktur," ujar dia.

Rosan mengungkapkan, saat ini masalah infrastruktur masih menjadi isu penting di Indonesia. Misalnya, kemacetan yang tidak hanya terjadi di Ibu Kota, melainkan sudah merambat ke daerah lain. 

Karena itu menurutnya, swasta bisa terus meningkatkan perannya dalam mendorong pembangunan infrastruktur. Sehingga, baik pemerintah dan swasta dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari hal ini. 

"IIW 2017 menjadi salah satu medium untuk menggali alternatif pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Bersama pemerintah kami akan bahas secara khusus mengenai Infrafinance, yakni untuk mengenalkan terobosan dan program-program pembiayaan dlm rangka akselerasi percepatan pembangunan infrastruktur nasional,” ujarnya menambahkan.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN), Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Danis Sumadilaga mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (mus)