Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 13:15 WIB
  • BI Kaji Ulang Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara
BI Kaji Ulang Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
Photo :
  • Chandra Gian Asmara/VIVA.co.id
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.

VIVA – Bank Indonesia mengaku akan menghitung ulang proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat tahun ini. Hal ini, menyusul realisasi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal ketiga yang tumbuh 5,06 persen, atau lebih rendah dari proyeksi bank sentral yang mencapai 5,17 persen.

Rendahnya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal tiga, menjadi dasar bank sentral menghitung ulang proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat. Apalagi, pada kuartal selanjutnya, BI sebelumnya memproyeksikan geliat ekonomi Indonesia bisa tumbuh di rentang 5,3-5,4 persen.

“Angka akan kami komunikasikan dengan data-data. Kami akan re-estimasi,” kata Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo di Grand City Convention Centre, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 8 November 2017.

Meskipun tidak menyebutkan angka pasti, namun bank sentral tetap meyakini pertumbuhan ekonomi kuartal keempat akan jauh lebih baik. Terlebih, beberapa indikator perekonomian seperti konsumsi pemerintah, kinerja ekspor impor, serta pembentukan modal tetap bruto masih mencatatkan pertumbuhan positif,

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kinerja ekspor berhasil tumbuh 17,27 persen, pembentukan modal tetap bruto tumbuh 7,11 persen, dan konsumsi pemerintah tumbuh 3,46 persen. Meski demikian, ada beberapa indikator lain yang perlu mendapatkan perhatian lebih. 

“Konsumsi meskipun stabil, tetapi masih. Ini menjadi sesuatu yang harus kita monitor, ini ekonomi seperti apa. Apakah produsen tidak meningkatkan produksinya, tetapi lebih banyak menggunakan inventory-nya. Ini yang harus kita lihat,” katanya.

Perry menilai, stimulus fiskal masih menjadi harapan untuk menggerakan perekonomian domestik pada kuartal empat tahun ini. Ditambah, dengan bauran kebijakan moneter dan makro prudensial bank sentral, diharapkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal empat tahun ini bisa meningkat.

“Diharapkan dapat mendorong dari sisi suplai dan mendorong ekonomi. Kami memperkirakan ekonomi di kuartal keempat akan lebih baik,” katanya.