Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 15:42 WIB
  • Ini Kata Bappenas Soal Lambatnya Ekonomi Kuartal III

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim
Ini Kata Bappenas Soal Lambatnya Ekonomi Kuartal III
Photo :
  • raudhatul zannah/viva
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

VIVA – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro membantah anggapan daya beli pada kuartal III-2017 melemah. Meski, perlambatan konsumsi rumah tangga pada kuartal III diakuinya terjadi.

"Konsumsi rumah tangga memang yang menjadi dasar ekonomi kita, pertumbuhannya sedikit mengalami perlambatan. Tapi, kalau hadapi omongan daya beli lemah artinya kontraksi atau menurun, ini tumbuh tapi melemah dan tidak drastis," kata Bambang di kantornya, Senin 13 November 2017.

Ia menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap tumbuh 4,93 persen pada kuartal III yang menurun dibanding kuartal II sebesar 4,95 persen. Secara tahun ke tahun, angka itu juga turun dibanding kuartal III tahun lalu yang tumbuh 5,01 persen.

Untuk konsumsi makanan dan minuman di luar restoran sendiri, sambung dia, pertumbuhannya tinggi yakni mencapai 5,04 persen, kesehatan dan pendidikan 5,38 persen.

"Yang melemah itu, pakaian alas kaki, kenapa lebih rendah. Karena faktor Lebaran di Indonesia. Idul Fitri 2016 terjadinya kuartal III tapi Lebaran ini dampaknya di kuartal II, sehingga kuartal III tidak sekuat sebelumnya. Maka kelihatan makanan dan pakaian yang biasanya dikonsumsi mengalami peralambatan ada faktor Lebaran yang menyebabkan melambat," ujar dia.

Untuk itu, Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2017, yang mencatatkan angka 5,06 persen, sebetulnya menunjukkan adanya kenaikan pertumbuhan investasi dan pertumbuhan ekspor dan perbaikan konsumsi pemerintah.

"Kuartal III Pertumbuhan Ekonomi kita 5,06 persen dan kalau dilihat menurut komponen pengeluaran. Itu karena pertumbuhan investasi dan ekspor yang tinggi dan ada perbaikan konsumsi pemerintah," ujar dia.