Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 13:28 WIB
  • JICA Beri Utang Lagi ke Indonesia Rp15,2 Triliun

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Agus Rahmat
JICA Beri Utang Lagi ke Indonesia Rp15,2 Triliun
Photo :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat
Perjanjian pinjaman antar Kementerian Keuangan dan JICA.

VIVA – Japan International Cooperation Agency (JICA) memberi bantuan utang untuk dua proyek di Indonesia. Dua proyek itu adalah Pelabuhan Patimban di Jawa Barat dan World Class University with Enterpreneurial Spirit di Universitas Gadjah Mada.

Total utang yang diberikan sebesar Rp15,2 triliun. Terdiri dari Rp900 miliar untuk pembangunan kelas internasional di UGM dan Rp14,3 triliun untuk bangun proyek Pelabuhan Patimban fase pertama.

Naskah perjanjian pinjaman atau loan agreements, dilakukan oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, sementara dari JICA oleh Chief Representative JICA Indonesia Office Naoki Ando. Disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kami baru saja menyaksikan suatu penandatanganan perjanjian pinjaman untuk dua proyek yang berasal dari JICA," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam keterangan pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 15 November 2017.

Dia menjelaskan, untuk pinjaman bagi UGM nantinya akan dibangun 10 pusat pembelajaran. Dengan titik tekannya, adalah memberi fasilitas kepada masyarakat serta industri untuk pengembangan inovasi dan riset.

"Untuk pinjamannya sendiri merupakan pinjaman yang tidak mengikat dengan JICA. Suku bunganya adalah sebesar JPY Libor +10 bps. Ini adalah pinjaman yang sangat lunak. Untuk masa pinjamannya tujuh tahun grace period dan masa pengembalian 18 tahun," jelasnya.

Sementara untuk Patimban adalah pembangunan fase pertama. Patimban akan menjadi pelabuhan dengan taraf internasional. Untuk fase pertama, akan dibangun terminal baru, jembatan dan untuk backup area pelabuhan.

"Loan yang kita tandatangani adalah loan dengan suku bunga tetap sebesar 0,1 persen pertahun dengan grace period 12 tahun dan keseluruhan pembayaran 28 tahun. Dengan demikian jangka waktu untuk mencicil 40 tahun dengan suku bunga yang sangat rendah," jelasnya.

Dia berharap, dengan bantuan dari JICA ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi terutama untuk warga sekitar. Agar Indonesia juga bisa bersaing di level regional hingga internasional.

"Kita berharap bahwa soft opening pelabuhan Patimban bisa dilakukan pada Maret 2019," lanjutnya.