Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 15:44 WIB
  • Begini Cara RI Gaet Investasi Jor-joran China di 2018

  • Oleh
    • Dusep Malik
Begini Cara RI Gaet Investasi Jor-joran China di 2018
Photo :
  • REUTERS/Jason Lee
Bendera China berkibar di bangunan The Great Hall of the People, China

VIVA – Pengusaha Tiongkok, diperkirakan gencar melakukan investasi ke luar negaranya pada tahun depan. Namun, kabar baik tersebut harus diimbangi sejumlah negara dengan kebijakan yang mengikuti konsep Belt and Road Initiative.

Konsep ini adalah program besar Tiongkok yang ingin hubungkan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dengan jaringan logistik dan transportasi. Konsep ini juga telah disetujui kongres Partai Komunis China ke 19 akhir bulan lalu.

Bahkan, awal November ini, Beijing telah mengeluarkan sejumlah aturan baru mempermudah perusahaannya melakukan investasi di luar negeri. Beijing berikan keringanan pengusahanya yang berinvestasi lebih dari US$300 juta di luar negeri.

Lalu bagaimana Indonesia bersiap memanfaatkan dana besar dari Tiongkok?

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea mengatakan, rencana besar China yang akan banyak tanamkan modalnya di seluruh dunia telah diketahui oleh Indonesia.

Menurut dia, Indonesia saat ini sudah sangat siap menerima modal asing dari China tersebut. Bahkan, hingga kuartal III-2017 investasi dari negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia ini telah masuk tiga terbesar.

"Indonesia sudah sangat siap terkait besarnya rencana pengusaha China yang akan ekspansi modalnya ke luar negeri," tegas Tambah saat dihubungi VIVA, Rabu 15 November 2017.

Ia mengungkapkan, dalam rangka Belt and Road Initiative, pemerintah Indonesia saat ini telah menawarkan sejumlah proyek-proyek kerja sama swasta. Seperti di Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Sumatera Utara dan Bali.

Adapun mulai banyaknya investor China yang tanamkan modalnya di Indonesia, lanjut Tamba, bisa terlihat dari komitmen investasi dan realisasi dalam tiga tahun terakhir.

Data BKPM mencatat, komitmen investasi China tanamkan modalnya di Indonesia pada 2016 hingga kuartal III-2017 mencapai US$53 juta dengan proyek mencapai 2.254, sedangkan realisasinya sebesar US$6,3 juta dengan proyek sebanyak 4.447.  

Sementara, sebelum adanya dukungan pemerintah kepada China nilai komitmen investasi dalam lima tahun antara 2010-2014 mencapai US$25,26 juta dengan proyek sebanyak 2.099, sedangkan realisasinya hanya US$1,5 juta dengan proyek sebanyak 1.349.

"Jadi dalam tiga tahun ini Tiongkok sudah banyak lakukan proses pembangunan atas rencana investasinya, sehingga realisasinya tentu akan semakin besar karena butuh proses bangun industri dua sampai tiga tahun ke depan," ujarnya.