Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 12:13 WIB
  • Begini Cara Garuda Atasi Tutupnya Bandara Ngurah Rai

  • Oleh
    • Dusep Malik
Begini Cara Garuda Atasi Tutupnya Bandara Ngurah Rai
Photo :
  • ANTARA/M Agung Rajasa
Pesawat Garuda Indonesia

VIVA – PT Angkasa Pura I memperpanjang penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Rabu, 29 November 2017. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Agung yang mengalami erupsi.

Atas penutupan yang masih berlanjut tersebut, sangat memengaruhi sejumlah bisnis penerbangan dari dan menuju Bali. Salah satunya adalah maskapai kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia.

Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan, sebaran abu vulkanik Gunung Agung yang telah menutup jalur penerbangan sejak Minggu 26 November 2017 hingga Selasa 28 November 2017 berdampak pada 223 penerbangan Garuda.

Penerbangan itu, lanjut Ikhsan, terdiri atas 183 penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Ngurah Rai, Bali dan 40 penerbangan dari dan menuju Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat.

"Karena Bandara Ngurah Rai ditutup, maka penerbangan ke sana terganggu, tapi kami masih berikan pelayanan bagi para penumpang yang ingin menuju dan keluar dari Bali," ujar Ikhsan saat dihubungi VIVA, Selasa 28 November 2017.

Ia menjelaskan, saat ini sebenarnya pariwisata di Bali tidak banyak terdampak meletusnya Gunung Agung. Sebab, wisata pantai masih melakukan aktivitas seperti biasa, dan hanya di dekat Gunung Agung yang menutup aktivitasnya.

Untuk itu, Garuda Indonesia, lanjut Ikhsan, tetap memberikan pelayanan kepada para penumpang dengan menawarkan penerbangan yang dilanjutkan melalui jalur darat dari bandara terdekat dengan Bali atau Lombok.

"Kami kemarin ada dua penerbangan ke Bali dengan 417 penumpang tidak bisa mendarat, tapi dialihkan ke Surabaya dan itu kemudian kami siapkan bus ke Bali. Begitu juga sebaliknya, kami tawarkan ke penumpang untuk mempermudah aktivitasnya," ujar dia.