Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 17:54 WIB
  • Mengintip Wajah Stasiun Sudirman Baru untuk Kereta Bandara

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim
Mengintip Wajah Stasiun Sudirman Baru untuk Kereta Bandara
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa
Akan Dilintasi Kereta Bandara, Begini Wajah Baru Stasiun Sudirman

VIVA – Stasiun Sudirman Baru merupakan salah satu rute yang dilintasi oleh Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Secara umum, fasilitas di dalam stasiun ini sudah mulai rampung.

Pantauan VIVA, fasilitas umum yang terpasang di stasiun yang berlokasi di Dukuh Atas ini, sudah tersedia toilet, musala yang belum dipasangi karpet, tempat duduk dengan hiasan taman-taman dan beberapa unit tangga berjalan.

Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto, mengatakan, saat ini kontraktor sedang menyelesaikan manuver tempat parkir. Diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

"Ini tinggal konstruksi manuver parkirnya saja," kata Heru di Stasiun Sudirman Baru, Selasa 28 November 2017.

Interior bangku bundar dan taman di Stasiun Sudirman Baru.

Dia menjelaskan, pembangunan konstruksi dilakukan oleh PT Waskita Karya dan desain interior dilakukan oleh perusahaan swasta yang berkedudukan di Jakarta. Untuk toilet memang cukup nyaman dan taman tempat penumpang untuk menunggu kereta, bisa dikatakan cukup membuat penumpang betah.

Dari sisi parkiran, tampak beberapa mobil sudah mulai parkir. Lalu, beranjak ke depan pintu masuk, terhampar beberapa stan bagi para tenant untuk menjajakan dagangannya.

Baru saja dibuka, stasiun ini juga menghadirkan kantor kas PT Bank Negara Indonesia Tbk. Di sisi depan stasiun sudah terpampang tulisan Stasiun BNI City.

Kantor Kas BNI di Stasiun Sudirman Baru.

Heru pun menjelaskan, mengenai pemasangan nama Stasiun BNI City hanya merupakan kerja sama kontrak saja. Dalam operasionalnya, tetap menggunakan nama Stasiun Sudirman Baru.

"Untuk BNI City itu cuma branding nama. Kalau untuk operasional kami tetap (pakai) Sudirman Baru, tapi untuk branding saja boleh kan, VIVA juga bisa. Misalnya lima tahun, misalnya kontrak, tapi ini belum memang, lagi merampungkan kesepakatan," ujar dia. (art)